Sederhana dan Merakyat, Warga Pesisir Selatan Rindu Sosok Syaiful Ardi

  • Whatsapp
Foto : Syaiful Ardi (Anggota DPRD Sumbar Periode 2014-2019)

LINTASREPUBLIK.COM – Lama tidak mendengar kabar dari sosok seorang pemimpin yang selalu dekat dengan warganya, seorang ninik mamak di Kabupaten Pesisir Selatan mengaku rindu dengan sosok Syaiful Ardi.

Menjadi anggota DPRD Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) periode 2014-2019, Syaiful Ardi, S.Sos, M.Hum terkenal dekat dan sering berbaur dengan warga.

Bacaan Lainnya

“Kami rindu dengan Pak Syaiful Ardi, orangnya luwes, simpel dan sederhana serta dekat dengan masyarakat, kerjanya nyata,” ucap salah seorang Ninik Mamak di Kabupaten Pesisir Selatan, Aidul (51) kepada lintasrepublik, Selasa 22/2/2021.

Pada Pileg 2019 lalu, Sayaiful Ardi masih dicintai oleh warga Pesisir Selatan terbukti 11 ribu lebih suara terkumpul, sayang Partainya tidak dapat kursi di DPRD Provinsi Sumatera Barat.

“Kita semua pasti setuju, bahwa sosok Syaiful Ardi sangat dirindukan masyarakat Pesisir Selatan, selain Politisi beliau adalah seorang dosen yang selalu dihormati dan dihargai Mahasiswanya,” tutur Aidul.

Menurut Aidul, Syaiful Ardi adalah orang yang Jujur dan intelektual, sebagai Politisi ia bisa dipercaya dan bisa di teladani.

“Jadi kita tidak saja memerlukan pemimpin yang bermoral, namun harus cerdas,” ungkap Aidul.

Dijelaskan Aidul, dalam Agama Islam kita juga diajarkan paling tidak, ada empat kriteria mencari pemimpin yang baik.

“Harus memiliki Sifat Siddiq, yaitu Jujur, Konsisten dan dapat dipegang kata-katanya, dan Amanah yaitu layak di percaya dan atau memiliki “Track record” yang baik,” jelas Aidul.

Selanjutnya ditambahkan Aidul, Tabliq yaitu mampu berkomunikasi publik dengan baik sehingga dapat menjalankan fungsi menyampaikan pesan dan sekaligus layak di panuti, dan Fathona yaitu cerdas dalam berbagai hal termasuk bentuknya dalam menjalankan roda Pemerintahan.

“Dua kriteria pertama lebih mewakili aspek moralitas yang berkaitan langsung dengan legitimasi publik, sedangkan dua kriteria terakhir lebih mewakili aspek keterampilan dan kecerdasan intelektual diri individu pemimpin yang bersangkutan,” pungkas Aidul. (***)

Tinggalkan Balasan