Kecam Tindakan Represif Aparat di Desa Wadas dan Sulteng, Puluhan Kader IMM Cabang Kota Padang Gelar Aksi Solidaritas di Mapolda Sumbar

  • Whatsapp
Foto : Hamzah Jamaris

LINTASREPUBLIK.COM – Puluhan Kader Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Cabang Kota Padang, menggelar aksi solidaritas di depan Mapolda Sumbar, Senin 21/2/2022.

“Hari ini kita turun ke jalan sama halnya dengan kejadian 2019 lalu yang mana salah satu kader IMM di Sulawesi Tenggara mati tertembak peluru aparat,” ucap Ketua DPC IMM Kota Padang, Rahmat Hanafi kepada lintasrepublik.com Selasa 22/2/2022.

Bacaan Lainnya

Rahmat menambahkan, beberapa hari yang lalu salah satu aktivis di Sulawesi Tengah juga mendapatkan hal yang sama, serta penahanan puluhan warga Desa Wadas oleh aparat.

“Kita menilai ini merupakan tindakan represif aparat yang melukai hati masyarakat Indonesia,” ungkap Rahmat.

Sementara itu, Sekretaris Umum DPD IMM Sumatera Barat Hamzah Jamaris mengatakan, dalam aksi tersebut massa melakukan kegiatan seperti, pembukaan, aksi teatrikal, monolog, orasi, dan musikalisasi puisi.

“Masa meminta Kapolda hadir untuk mendengarkan dan menerima aspirasi karena aksi ini merupakan sikap penolakan dan kekecewaan masyarakat terhadap aparat Kepolisian,” kata Hamzah.

Dijelaskan Hamzah, aksi solidaritas tersebut berakhir ketika perwakilan dari Polda Sumbar hadir untuk menemui massa karena saat itu Kapolda tidak berada ditempat.

“Alhamdulillah, aksi yang disampaikan oleh rekan-rekan Kader IMM diterima oleh perwakilan Kapolda sumbar, karena bapak Kapolda sedang berada di luar Kota,” jelas Hamzah.

Diketahui pada hari Senin tanggal 21 Februari 2022, massa yang tergabung dalam Ikatan Mahasiswa Muhammdiyah (IMM) Cabang Kota Padang menggelar aksi solidaritas di Mapolda Sumbar, dalam aksi tersebut massa menuntut.

1. Mengecam keras tindakan represif aparat terhadap masyarakat Desa Wadas Purworejo dan penembakan aktivis di Sulawesi Tengah.

2. Meminta Kepolisian RI untuk melakukan pendekatan yang humanis selama pengamanan unjuk rasa,

3. Menunut Kapolri untuk mengusut tuntas pelaku penembakan aktivis di Sulteng.

4. Menuntut Kapolri untuk mencopot Kapolda Sulteng serta.

5. Meminta Kapolri untuk turun dari jabatan.

(***)

Tinggalkan Balasan