Inspektorat Kabupaten Pesisir Selatan Bakal Audit Secara Khusus Sejumlah Karyawan PDAM Tirta Langkisau Yang Terlibat Perkelahian

  • Whatsapp
Foto : Perkelahian Sejumlah Karyawan PDAM Tirta Langkisau

LINTASREPUBLIK.COM – Inspektorat Kabupaten Pesisir Selatan akan segera mengaudit secara khusus sejumlah karyawan PDAM Tirta Langkisau, yang terlibat dengan insiden perkelahian yang terjadi di Kantor Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) tersebut.

Kepala Inspektorat Kabupaten Pesisir Selatan Rusdianto mengatakan, hal tersebut dilakukan sesuai dengan perintah Bupati Rusma Yul Anwar, audit khusus dilakukan terhadap oknum terlibat dalam video yang sempat viral beberapa hari lalu.

Bacaan Lainnya

“Ya, jika tidak ada aral melintang akan kami lakukan sesuai jadwal, karena audit khusus diperintahkan langsung Bupati demi menjaga stabilitas perusahaan daerah,” ucap Rusdianto, Minggu 21/11/2021, seperti dilansir Antara.

Rusdianto menyebut, untuk tahap awal pihaknya bakal beraudiensi dengan jajaran Direksi dan Karyawan sambil menghimpun informasi terkait siapa saja yang terlibat dan latar belakang pemicunya.

Sementara itu pada hari Sabtu 20 November 2021, Bupati Pesisir Selatan, Sumatera Barat, Rusma Yul Anwar meminta video kericuhan di PDAM Tirta Langkisau yang sempat viral di media sosial diperiksa khusus oleh Inspektorat.

“Terutama oknum-oknum yang terlibat baku hantam seperti yang tampak dalam video,” kata Rusma di Painan, Sabtu 20/11/2021.

Diketahui sebelumnya beredar video pertengkaran dan pemukulan antar karyawan PDAM dengan durasi 2 menit 12 detik yang diperkirakan terjadi pada Senin, 15 November 2021.

Dalam video itu, awalnya terlihat beberapa orang karyawan yang berdiri sambil berjalan di depan ruangan dan terdengar tangis sejumlah karyawan perempuan.

Setelah itu terlihat aksi pemukulan antar karyawan menyebabkan sejumlah properti kantor seperti meja dan kursi rusak akibat aksi tersebut.

Pelaksana Tugas (Plt). Direktur PDAM Tirta Langkisau, Hellen membenarkan aksi yang terjadi di dalam video tersebut, menurut nya peristiwa itu bermula saat pembahasan dan penyusunan Rencana Kerja dan Anggaran (RKA) perseroan tahun 2022.

Penyusunan RKA turut dihadiri Direktur terpilih, Herman Budiarto, ia terpilih berdasarkan pengumuman Panitia Seleksi Calon Direktur PDAM Nomor : 20/Pansel-PDAM Tirta Langkisau/2021, Tanggal 5 Oktober 2021.

“Akan tetapi, sejumlah karyawan tiba-tiba saja menolak kehadiran direktur terpilih, tanpa diketahui alasannya secara jelas,” ungkap Hellen.

Menuru Hellen, kehadiran Herman Budiarto dalam penyusunan RKA adalah sesuatu yang harus dilakukan, sekaligus mengingat persiapan masa transisi dari Plt. Direktur pada direktur defenitif.

Setelah mengetahui dirinya tidak diterima, Herman Budiarto meninggalkan ruangan rapat, sementara Hellen tetap berada di ruangan rapat.

Selain ricuh, karyawan juga menyegel ruangan Direktur PDAM Tirta Langkisau. (***)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *