Pelajaran Berharga Dari Prabowo – Sandi Di Dunia Politik

  • Whatsapp
Calon Presiden dan Wakil Presiden tahun 2019

PAINAN, LINTASREPUBLIK.COM

Hiruk pikuk pemilihan Presiden dan Wakil Presiden Republik Indonesia tahun 2019, masih belum hilang di ingatan sebagian besar Rakyat Indonesia, Rivalitas pendukung baik dari tingkat pusat sampai ke daerah bahkan sampai ke dusun – dusun pun masih tersimpan rapi bagi setiap para pendukung setia pasangan calon Presiden dan Wakil Presiden Republik Indonesia.

Bacaan Lainnya

Istilah Cebong dan Kampret masih tersimpan rapi di benak para pendukung kedua pasangan calon Presiden dan Wakil Presiden, seakan-akan mereka tidak mau mengakhiri istilah tersebut , karena begitu tingginya rivalitas antara kedua pendukung, mereka saling menghujat, dendam bahkan saling menjatuhkan antara pendukung, bahkan rivalitas tersebut terbawa di saat Pilkada serantak tahun 2020, yang baru saja usai.

Saat presiden Republik Indonesia mengumumkan nama-nama Menteri di awal Kabinet nya terbentuk, di kepemimpinan nya yang kedua, Rakyat Indonesia terkejut ketika sosok mantan Calon Presiden RI, Prabowo Subianto, di umumkan sebagai Menteri Pertahanan oleh presiden Joko Widodo, seakan-akan tidak percaya, namun itu lah politik, banyak para pengamat mengatakan di dalam politik tidak ada musuh yang abadi.

Kemudian, presiden Joko Widodo kembali merombak susunan kabinet nya, Selasa 22/12/2020, Rakyat Indonesia pun di kejutkan dan sontak menjadi konsumsi publik di saat Presiden Joko Widodo mengumuman kan sosok Sandiaga Uno di angkat menjadi Menteri.

“Saya ingin mengenalkan, tapi kita semua sudah tahu Bapak Sandiaga Salahuddin Uno, beliau adalah Wakil Gubernur DKI Jakarta, Ketua Hipmi, dan saat ini beliau akan kita berikan tanggung jawab untuk memimpin Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif” ucap Jokowi.

Kini tidak perlu lagi kita persoalkan istilah Cebong dan Kampret tersebut, perlahan tapi pasti, akan hilang sendiri nya, karena kedua istilah tersebut sudah di akhiri oleh sang empu nya, dengan bergabung nya Sandiaga Uno di Kabinet Indonesia Maju yang di pimpin oleh Presiden Joko Widodo, secara tersirat tidak perlu lagi, kedua pendukung setia Cebong dan Kampret bertikai, saling menghujat, paling benar, toh si empu cebong dan kampret sudah bersatu untuk membangun negeri ini.

Apa yang di perbuat oleh kedua tokoh tersebut merupakan salah satu pembelajaran yang sangat berharga bagi para pelaku politik di negeri ini, rivalitas boleh saja namun yang paling utama adalah kepentingan untuk membangun negeri ini, banyak istilah di dalam politk, namun untuk mengakui kemenangan rival yang paling sulit di ucapkan apalagi bekerja sama dengan rival, namun apa bila mempunyai jiwa yang besar semua itu tidak akan terasa sulit.

Mengutip wawancara metro tv dengan Direktur Eksekutif Indo Barometer, M Qodari di Jakarta Rabu, 23/12/2020, dia mengatakan bahwa “Dengan masuknya Sandiaga semoga bisa meningkatkan persatuan indonesia. Selain bahwa aroma perbaikan kinerja memang kabinet ini berfungsi sebagai sebuah elemen simbol pemersatu bangsa”

Menteri Polhukam, Mahfud MD pun pernah mengatakan, “Karena ini soal kekuasaan maka berlaku dalil tidak ada kawan atau lawan yang abadi di politik. Yang kemarin musuh, sekarang kawan, yang kemarin kawan menjadi lawan, politik itu memang begitu wataknya,”

Jadi apa yang dilakukan oleh Prabowo subianto dan Sandiaga Salahudin Uno adalah sebuah pembelajaran bagi kita semua, cukup rivalitas itu ketika mencari pemenang, namun untuk urusan bangsa tinggalkan rivalitas, berbesar hati lah demi untuk kepentingan bangsa ke depannya. (YR)

Tinggalkan Balasan