Puluhan Warga Datangi Kantor Camat Batang Kapas, ini Tuntutannya

  • Whatsapp

LINTASREPUBLIK.COM –  Halaman Kantor Camat Batang Kapas dipenuhi oleh puluhan warga yang menggelar aksi damai.

Mereka memulai aksi dari pukul 14.30 Wib di halaman Kantor Camat Batang Kapas dan disambut oleh Sekcam Batang Kapas Jaya Yumsi.

Bacaan Lainnya

Masyarakat tersebut menggelar aksi damai menuntut agar Wali Nagari Sungai Nyalo IV Koto Mudiak UA agar di copot dari jabatannya.

“Kami datang bersama-sama disini untuk menyampaikan aspirasi kami dari masyarakat dan pemuda Nagari Sungai Nyalo IV Koto Mudiak,” kata Koordinator Aksi Vega Handayani saat demonstrasi.

Mantan Ketua Umum Ikatan Mahasiswa Pemuda Pelajar Batang Kapas (Imappkap) itu menegaskan bahwa tindakan cepat dan tegas sangat penting untuk menjaga kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah.

“Kami sangat kecewa dengan perilaku yang tidak pantas dari seorang pejabat publik seperti itu. Kami meminta agar Bupati Pesisir Selatan memberhentikan wali nagari tersebut,” kata Vega yang juga puteri asli Nagari Sungai Nyalo.

Sementara itu, Wali Nagari Sungai Nyalo berinisial UA membantah tuduhan demonstran tersebut sebagai sesuatu hal yang tidak berdasar.

UA menjelaskan bahwa ia tidak berada di dalam penginapan saat penggerebekan terjadi.

“Penggerebekan? Selingkuh dari mana, saya berada di luar penginapan dekat kedai kopi,” tegasnya.

UA menerangkan bahwa penggerebekan tersebut terjadi di ruang tamu, bukan di kamar penginapan.

“Yang digerebek oleh sekelompok orang itu adalah ruang tamu, bukan kamar, pada saat kejadian, saya berada di luar penginapan,” jelas UA.

UA menegaskan, yang berdemonstrasi hanyalah sekelompok kecil masyarakat dari satu kelompok yang tidak senang dengan dirinya.

Menurut UA, kelompok tersebut juga berasal dari keluarga selingkuhan mantan istrinya yang pernah ia gerebek beberapa waktu lalu.

“Yang berdemonstrasi adalah orang-orang yang sakit hati dengan saya. Masyarakat di nagari saya baik-baik saja tanpa ada gejolak,” ujarnya.

Ia juga menyatakan, tidak ada masyarakat yang merasa resah dengan keberadaannya sebagai wali nagari.

Sebaliknya, banyak warga yang masih memberikan simpati dan menjenguknya setelah insiden pengeroyokan yang dialaminya.

Lebih lanjut, UA mengungkapkan bahwa aksi demo tersebut tidak murni inisiatif masyarakat, melainkan ada intervensi dari pihak tertentu.

“Ada dugaan paksaan terhadap warga untuk pergi berdemo, jika tidak, mereka akan diberhentikan dari pekerjaan mereka,” jelasnya.

Dari informasi yang diterima UA, demo tersebut difasilitasi oleh mantan istri dan selingkuhannya.

“Demo ini bukan murni kehendak masyarakat. Mantan istri dan selingkuhannya diduga memfasilitasi dan mendorong warga untuk melakukan demo ini,” tambahnya.

UA kembali menegaskan, tuduhan perselingkuhan dan perzinahan yang dilontarkan terhadap dirinya tidaklah benar.

“Saya tidak melakukan perselingkuhan dan perzinahan dengan istri sah orang lain,” tegasnya.

Dengan bantahan ini, UA berharap agar masyarakat dapat melihat situasi ini dengan lebih objektif dan tidak terpengaruh oleh pihak-pihak yang ingin merusak citranya sebagai wali nagari. (***)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan