Bekerja Sama Dengan Mahasiswa KKN Unand, Osis Upt SMPN 1 Batang Kapas Adakan Sosialisasi Kesehatan Reproduksi Remaja

  • Whatsapp
Foto : Dokumentasi Osis Upt SMPN 1 Batang Kapas

LINTASREPUBLIK.COM – Untuk mengantisipasi pergaulan bebas dan perkawinan di bawah umur, Organisasi Intra sekolah (Osis) Upt SMPN 1 Batang Kapas Bekerja sama dengan Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Andalas (Unand) Padang, mengadakan Sosialisasi Kesehatan Reproduksi Remaja, Kamis, 19/8/2021.

Mengingat dimasa pendemi covid-19, kegiatan tersebut hanya diikuti oleh 20 orang Siswa dan 5 orang Guru Pembina Osis Upt SMPN 1 Batang Kapas.

Bacaan Lainnya

Kepala Upt SMPN 1 Batang Kapas, Indrageni, S.Pd, melalui Wakil Kepala (Waka) Bidang Kesiswaan Desri Lasmideti, S.Pd, dalam sambutannya mengatakan sangat prihatin dengan fenomena pernikahan dini, kondisi psikologi yang belum siap dan alat reproduksi belum sempurna akan menimbulkan masalah di kemudian hari.

“Jangan sampai terjadi pernikahan sebelum mental dan umur secara kesehatan belum mencukupi,” ucap Desri.

Kemudian Desri sangat mengapresiasi kegiatan yang dilaksanakan oleh Osis Upt SMPN 1 Batang Kapas ini, karena akan menambah wawasan bagi siswa untuk mengetahui tentang Kesehatan Alat Reproduksinya.

“Mewakili Kepala Sekolah, saya sangat berterima kasih kepada Mahasiswa KKN Unand yang meluangkan waktunya untuk berbagi ilmu dengan siswa Upt SMPN 1 Batang Kapas,” sebut Desri.

Sementara itu Refa Rahmaddiansyah Mahasiswa KKN Unand Jurusan Kedokteran selaku nara sumber menjelaskan, sekarang banyak sekali penyakit yang diakibatkan oleh  perbuatan pergaulan bebas yang telah menimbulkan dampak negative bagi remaja di Indonesia, akibat dari pergaulan bebas tersebut dapat memicu berbagai penyakit yang fatal diantaranya penyakit sipillis, HIV, AIDS.

“Pergaulan bebas apalagi berganti-ganti pasangan beresiko sangat tinggi terhadap penularan penyakit,” kata Refa.

Lebih lanjut ia menjelaskan, pernikahan dini atau sebelum berumur 20 tahun yang disebabkan berbagai hal secara kesehatan kurang baik, alat reproduksi masih belum sempurna untuk terjadinya kehamilan.

“Untuk remaja putri jangan sampai terjadi pernikahan di bawah umur, karena dirinya sendiri yang akan menanggung akibatnya,” pungkas Refa.

Selama kegiatan berlangsung semua peserta mengikuti kegiatan tersebut dengan penuh semangat, dan tetap memperhatikan Protokol Kesehatan covid-19. (***)

Tinggalkan Balasan