Bupati Hendrajoni Bersama Anggota DPR RI Lisda Hendrajoni dan Kadis PUTR Jaferi Letakkan Batu Pertama Jembatan Bintungan Pelangai Gadang

LINTASREPUBLIK.COM – Setelah hampir 9 bulan terputus, akses warga Nagari Pelangai Gadang, Kecamatan Ranah Pesisir akhirnya akan kembali pulih.Bupati Pesisir Selatan H. Hendrajoni,S.SH., M.H., secara resmi meletakkan batu pertama pembangunan kembali Jembatan Gantung Bintungan Pelangai Gadang pada Senin (3/8/2026).

Peletakan batu pertama itu menjadi penanda dimulainya kembali pembangunan infrastruktur vital yang sebelumnya hanyut diterjang banjir.

Bacaan Lainnya

Acara turut dihadiri Anggota DPR RI Fraksi Partai Nasdem Drs. Hj. Lisda Hendrajoni, SE., M.MTr., Kepala Dinas PUTR Kabupaten Pesisir Selatan Jaferi, ST., MT., unsur Forkopimda, kepala OPD, camat, wali nagari, tokoh masyarakat, ninik mamak, serta warga setempat.

Jembatan gantung Bintungan sebelumnya hanyut total pada 27 November 2025, setelah sebelumnya sudah mengalami kerusakan parah akibat banjir besar di tahun 2024.

Putusnya jembatan membuat aktivitas warga lumpuh.Petani kesulitan mengangkut hasil kebun seperti sawit, pisang, dan sayur ke pasar, Anak sekolah harus memutar jauh atau menyeberang dengan rakit,akses ke puskesmas dan pasar kecamatan juga terhambat.

Bupati Hendrajoni menegaskan pembangunan kembali jembatan ini adalah prioritas Pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan.Dana yang digunakan bersumber dari Dana Transfer ke Daerah atau TKD dan dikelola Dinas PUTR Pesisir Selatan.

“Jembatan ini bukan sekadar penghubung dua tepi sungai.Ini urat nadi perekonomian Pelangai Gadang dan nagari sekitar,tanpa jembatan ini, roda ekonomi, pertanian, dan pendidikan kita terhenti,” tegas Bupati Hendrajoni dalam sambutannya.

Ia merinci, nilai kontrak pembangunan mencapai Rp4.728.956.107. Pengerjaan dipercayakan kepada CV. Arifan dengan masa pelaksanaan 150 hari kalender.Artinya, mulai 3 Agustus 2026 hingga 31 Desember 2026 jembatan ditargetkan sudah bisa difungsikan.

“Target kita akhir tahun ini jembatan sudah bisa dilewati. Saya minta kepada kontraktor pelaksana agar bekerja maksimal, tepat mutu dan tepat waktu. Jangan sampai molor,” pesan Bupati.

Sementara itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum Dan Tata Ruang (PUTR) Pesisir Selatan Jaferi, ST., MT., mengatakan pihaknya sudah melakukan perencanaan matang agar jembatan yang baru ini lebih kuat dan tahan terhadap bencana.

“Kami di PUTR memahami betul urgensi jembatan ini.Karena itu dalam perencanaan, kami tidak hanya membangun, tapi juga memperkuat struktur agar lebih tahan terhadap banjir dan arus sungai yang deras,” jelas Jaferi.

Menurutnya, spesifikasi jembatan gantung yang baru akan menggunakan material yang lebih kokoh.Proses pengerjaan juga akan diawasi ketat oleh tim teknis dari Dinas PUTR.

“Target 150 hari kerja ini realistis. Kita sudah bagi tahapan kerjanya,yang penting dukungan masyarakat dan cuaca mendukung. Mohon doanya agar pembangunan ini berjalan lancar,” kata Jaferi.

Jaferi juga mengapresiasi dukungan dari Anggota DPR RI BundaLisda Hendrajoni yang terus mengawal alokasi anggaran infrastruktur di Pessel melalui pusat.

Percepatan pembangunan ini juga sebagai bentuk respons cepat Pemkab terhadap aspirasi masyarakat yang sudah berbulan-bulan terisolasi,”tambah Jaferi.

Pada kesempatan itu,Bunda Lisda Hendrajoni yang turut hadir juga menyampaikan apresiasinya.Ia menyebut sinergi antara pemerintah pusat, provinsi, dan daerah menjadi kunci agar pembangunan infrastruktur di daerah terpencil tidak tertinggal.

Kehadiran kembali jembatan ini diharapkan menjadi titik balik kebangkitan ekonomi warga Pelangai Gadang.Dengan akses yang kembali terbuka, distribusi hasil pertanian seperti kelapa, pinang, dan sayur-sayuran bisa kembali lancar,”harap Bunda Lisda.

Dengan dimulainya pembangunan ini, warga Pelangai Gadang kini bisa kembali menaruh harapan.Harapan bahwa pada akhir tahun 2026 nanti, mereka bisa kembali menyeberang dengan aman, anak-anak bisa kembali ke sekolah tepat waktu, dan ekonomi desa kembali bergerak.

Ia juga hadir menyebut akan terus mengawal agar pembangunan infrastruktur di daerah pemilihan, khususnya Pesisir Selatan, mendapat perhatian pusat,”pungkas istri Bupati Pesisir Selatan tersebut.

Ground breaking ditutup dengan penandatanganan prasasti dan peletakan batu pertama oleh Bupati Hendrajoni bersama unsur Forkopimda dan tokoh masyarakat, disaksikan warga dengan penuh haru. (Nanda)

Pos terkait