Serap Aspirasi Olahragawan Pessel, Lisda Hendrajoni Tegaskan Olahraga Adalah Wajah Persatuan

Oplus_131072

LINTASREPUBLIK.COM – Anggota MPR/DPR RI Fraksi NasDem Dapil Sumbar I, Dr. Hj. Lisda Hendrajoni, SE, M.MTr., menegaskan pembinaan olahraga di daerah merupakan fondasi utama lahirnya atlet berprestasi nasional.

Penegasan itu disampaikan Lisda saat menyerap aspirasi insan olahraga dalam Kegiatan Penyerapan Aspirasi Masyarakat MPR RI Tahun 2026 di Gedung Painan Convention Center (PCC) Painan, Sabtu (5/9/2026).

Bacaan Lainnya

Kegiatan bertema “Mengokohkan Persatuan Lewat Prestasi, Menjaring Aspirasi Olahragawan Demi Kemajuan Bangsa” tersebut dihadiri Ketua KONI Pessel M. Adli, Sekretaris Disparpora Pessel Darpius Indra, serta pengurus cabang olahraga (cabor) se-Kabupaten Pesisir Selatan.

Dalam forum itu, pengurus cabor menyampaikan berbagai persoalan pembinaan atlet, keterbatasan sarana prasarana, dan minimnya dukungan untuk meningkatkan prestasi.

Ketua KONI Pesisir Selatan M. Adli mengatakan, perhatian terhadap olahraga sangat diperlukan agar pembinaan atlet berjalan berkelanjutan.

“Kami berterima kasih kepada Ibu Lisda Hendrajoni yang sudah membuka ruang bagi KONI dan cabor untuk menyampaikan aspirasi yang berkembang di Pesisir Selatan,” kata Adli.

Sementara Sekretaris Disparpora Pessel Darpius Indra menilai, kegiatan ini menjadi momentum memperkuat komunikasi antara pemerintah daerah, insan olahraga, dan wakil rakyat di pusat.

Menanggapi aspirasi tersebut, Lisda Hendrajoni menegaskan olahraga memiliki posisi strategis sebagai pemersatu bangsa.

“Olahraga merupakan wajah persatuan. Di dalam olahraga tidak ada lagi persoalan agama, suku, dan latar belakang. Semua melebur jadi satu untuk Merah Putih. Olahraga adalah bagian dari semangat Empat Pilar,” tegas Lisda.

Lisda menegaskan semua aspirasi yang disampaikan tidak akan berhenti di forum saja. Ia berkomitmen membawa langsung ke Senayan.

“Semua catatan hari ini saya bawa. Saya tidak mau aspirasi ini hanya jadi seremonial. Ini akan saya perjuangkan di Komisi terkait dan di Kemenpora, agar ada keberpihakan anggaran untuk olahraga daerah seperti Pesisir Selatan,” ujar Lisda.

“Saya miris mendengar curhatan pengurus cabor soal lapangan yang rusak dan alat latihan yang terbatas. Pessel ini gudangnya bibit atlet. Kita harus dorong agar Pessel punya Sport Center mini yang representatif. Atlet tidak bisa berprestasi kalau latihannya saja susah,” katanya.

“Pesan saya untuk anak-anak muda Pessel, jangan minder jadi atlet daerah. Bonita, petinju dari Sumbar bisa juara dunia. Sejarah itu berulang. Kalian yang dari Painan ini bisa jadi juara nasional, bahkan internasional. Kuncinya disiplin dan jangan tinggalkan sekolah,” ucapnya.

Terakhir, Lisda menilai olahraga adalah investasi untuk menyelamatkan generasi muda.

“Bagi saya, satu lapangan olahraga yang hidup itu menyelamatkan 100 anak muda dari narkoba dan kenakalan remaja. Makanya saya bilang, olahraga itu bukan sekadar medali, tapi membuat kita sehat, tangguh, dan berkarakter,” pungkasnya.

Menurut Lisda, keberhasilan olahraga tidak hanya diukur dari perolehan medali. Prestasi nasional tidak lahir secara instan, melainkan dari proses pembinaan panjang yang dimulai dari daerah.

Dalam sesi tanya jawab, sejumlah pengurus cabor mengeluhkan kondisi lapangan dan kebutuhan anggaran untuk mengikuti kejuaraan. Seluruh aspirasi tersebut ditampung untuk diperjuangkan di tingkat pusat. (Nanda)

Pos terkait