Konektivitas Segera Pulih, BPJN Sumbar Mulai Garap 5 Jembatan Gantung Rusak Akibat Bencana 2024 di Pesisir Selatan

Oplus_131072

LINTASREPUBLIK.COM – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pesisir Selatan (Pessel) terus menggenjot percepatan pemulihan infrastruktur pasca bencana yang melanda wilayah ini.

Setelah melalui tahapan verifikasi dan perencanaan teknis yang matang, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Pesisir Selatan memastikan bahwa lima unit jembatan gantung yang rusak parah akibat bencana alam tahun 2024 mulai dikerjakan pada 2026 ini.

Bacaan Lainnya

Pembangunan dan rehabilitasi jembatan gantung yang sangat vital bagi mobilitas masyarakat tersebut dieksekusi langsung oleh Kementerian PUPR melalui Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Sumatra Barat.

Kepala Dinas PUPR Kabupaten Pesisir Selatan, Jaferi, S.T., M.T., saat ditemui di ruang kerjanya, menegaskan bahwa penanganan jembatan yang rusak ini merupakan bentuk sinergi yang kuat antara pemerintah daerah dan pemerintah pusat.

“Alhamdulillah, setelah kita ajukan dan lakukan serangkaian verifikasi teknis pasca bencana, Lima jembatan gantung yang putus dan rusak berat akibat bencana 2024 lalu mulai dikerjakan tahun ini oleh BPJN Sumbar,” ujarnya.

Jaferi menjelaskan, kerusakan infrastruktur akibat bencana pada Maret 2024 tersebut sempat melumpuhkan urat nadi perekonomian di sejumlah nagari. Selama masa tunggu perbaikan, warga terpaksa menggunakan akses alternatif yang memutar lebih jauh, atau bahkan menggunakan rakit swadaya demi menyeberangi sungai.

Untuk itu, pihak Dinas PUPR Pessel terus memonitor dan berkoordinasi secara intensif dengan BPJN Sumatra Barat agar proses pengerjaan dapat berjalan lancar tanpa hambatan berarti.

Berdasarkan data dari Dinas PUPR Pessel, lima  jembatan gantung yang masuk dalam daftar pengerjaan BPJN Sumbar tersebut tersebar di sejumlah kecamatan yang terdampak paling parah, diantarinya :

1. Jembatan Gantung Duku-Subarang Solok, Kecamatan Koto XI Tarusan

2. Jembatan Gantung Koto Rawang IV Jurai

3. Jembatan Gantung Limau Gadang Lumpo

4. Jembatan Gantung Sungai Tanuk, Kecamatan Koto XI Tarusan

5. Jembatan Gantung Koto Pulai, Kecamatan Lengayang

“Jembatan-jembatan ini dibangun ulang dengan konstruksi yang lebih tangguh dan berstandar nasional guna mengantisipasi potensi bencana di masa mendatang.

Walau pengerjaan difokuskan pada rekonstruksi berskala besar, Pemkab Pessel memastikan spesifikasi jembatan dirancang agar tetap ramah bagi kendaraan roda dua dan pejalan kaki, sehingga anak-anak sekolah dan petani setempat bisa kembali melintas dengan aman.

Perbaikan infrastruktur ini didukung penuh oleh alokasi anggaran khusus dari pemerintah pusat. Kepala Dinas PUPR menyampaikan apresiasinya kepada Kementerian PUPR dan BPJN Sumbar yang merespons cepat usulan daerah.

“Dukungan dari Balai (BPJN) sangat luar biasa. Mengingat pentingnya fungsi jembatan gantung ini bagi sektor pertanian, pendidikan, dan kesehatan warga, kita berharap pengerjaannya bisa selesai tepat waktu sesuai dengan jadwal yang telah ditetapkan,” tambahnya.

Pihak Dinas PUPR juga mengimbau kepada seluruh masyarakat, khususnya yang berada di sekitar lokasi proyek, untuk turut serta mendukung dan menjaga keamanan selama proses konstruksi berlangsung.

Dengan rampungnya kedelapan jembatan gantung ini nantinya, diharapkan arus transportasi dan roda perekonomian di Pesisir Selatan bisa kembali pulih sepenuhnya. (Nanda)

Pos terkait