Kepala Sekolah dan Arogansi Dalam Kepemimpinan

Foto : Ilustrasi Kepala Sekolah

LINTASREPUBLIK.COM – Sekolah sebagai pendidikan formal bertujuan membentuk manusia yang berkepribadian, dalam mengembangkan intelektual peserta didik dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa. Kepala sekolah sebagai pemimpin Pendidikan perannya sangat penting untuk membantu guru, murid dan seluruh komponen sekolah.

Didalam kepemimpinnya kepala sekolah harus dapat memahami, mengatasi dan memperbaiki kekurangan-kekurangan yang terjadi di lingkungan sekolah.

Bacaan Lainnya

Pemimpin pada hakekatnya adalah seseorang yang mempunyai kemampuan untuk mempengaruhi perilaku orang lain di dalam kerjanya dengan menggunakan kekuasaan. Kekuasaan adalah kemampuan untuk mengarahkan bawahan sehubungan dengan tugas-tugas yang harus dilaksanakannya.

Selanjutnya di dalam suatu lembaga pendidikan, pemimpin dikenal dengan istilah kepala sekolah. Pemimpin dalam hal sekolah, maka orang yang berpengaruh yakni kepala sekolah. Maju atau mundur, baik atau buruk serta bagus atau tidak nya suatu sekolah salah satunya yakni bergantung dengan kepala sekolahnya. Jika kepemimpinan yang dilakukan oleh kepala sekolah sesuai dengan semestinya, maka sekolah tersebut akan maju, bagus serta baik.

Begitupun sebaliknya jika kepemimpinan yang dilakukan oleh kepala sekolah tidak sesuai dengan semestinya, maka tunggulah kemunduran sekolah tersebut, hal ini sejalan dengan yang dijelaskan oleh Leny Marlina (Leni, 2013) bahwa kepemimpinan Suatu organisasi akan menentukan berhasil atau gagal suatu Lembaga.

Untuk menciptakan sebuah organisasi yang baik dan berkualitas, maka dibutuhkan sosok pemimpin yang memiliki karakter kuat dan tangguh. Peran kepala sekolah sangat penting dalam membangun budaya sekolah yang positif dan juga hubungan yang terjalin harmonis baik antara kepala sekolah, guru, dan siswa.

Pada lingkungan yang positif, kepala sekolah mampu membangun kerjasama sama antar warga sekolah di lingkungan sekolah sehingga tercipta sebuah ekosistem positif yang nantinya akan melahirkan warga sekolah yang memiliki karakter.

Seorang pimpinan haruslah memiliki kemampuan sesuai dengan kompetensinya masing masing. Namun dalam realitanya kompetensi yang cerminkan oleh seorang kepala sekolah sering kurang optimal dan bersifat situasional.

Arogansi kepemimpinan oleh kepala sekolah adalah gaya kepemimpinan otoriter dan diskriminatif yang menyalahgunakan wewenang, sering kali ditandai dengan ancaman, kebijakan tebang pilih, dan mengabaikan aspirasi guru maupun staf.

Perilaku ini menciptakan lingkungan kerja yang tidak sehat, memicu mosi tidak percaya dari tenaga pendidik, dan menghambat pencapaian visi sekolah.

Berikut adalah poin-poin penting mengenai fenomena arogansi kepala sekolah:

1 Bentuk Arogansi dan Kepemimpinan Otoriter: Oknum kepala sekolah yang arogan sering kali menerapkan praktik kepemimpinan otoriter, bertindak diskriminatif, dan melakukan ancaman kepada bawahan yang berbeda pandangan. Dalam beberapa kasus, arogansi ini juga diikuti dengan dugaan penyalahgunaan anggaran, seperti dana BOS.

2 Penyebab Arogansi: Sikap arogan ini sering kali muncul dari ketakutan yang tidak beralasan, misalnya rasa takut kehilangan jabatan atau kedudukan.

3 Dampak Negatif: Kepemimpinan yang arogan menyebabkan segregasi (perpisahan) di lingkungan sekolah, merusak kekompakan guru, dan pada akhirnya menurunkan kinerja sekolah secara keseluruhan.

4 Kepemimpinan yang Diharapkan: Kepala sekolah idealnya adalah seorang pemimpin pembelajar yang visioner, berintegritas, mampu membimbing, dan memiliki pendekatan demokratis serta menghargai pandangan koleganya. Pemimpin sekolah harus mampu mengelola sumber daya sekolah melalui kolaborasi, bukan dengan intimidasi.

Mosi tidak percaya dari puluhan guru ASN dan non-ASN sering kali menjadi dampak langsung dari kepemimpinan yang arogan, yang menuntut adanya evaluasi atau pencopotan kepala sekolah tersebut.

(Diolah dari berbagai sumber)

Pos terkait