LINTASREPUBLIK.COM – Puncak perayaan Hari Jadi Kabupaten (HJK) Pesisir Selatan (Pessel) yang ke-78 berlangsung khidmat dan meriah di Gedung Painan Convention Center, Rabu (15/04/2026). Acara yang dihadiri oleh Bupati, Wakil Bupati,Jajaran Forkopimda, Anggota DPRD serta tamu undangan lainnya menjadi momentum penting untuk merefleksikan kemajuan daerah.
Namun, di balik megahnya acara, ada satu pemandangan yang menyentuh hati dan mencuri perhatian.Adalah Bapak Iel Fauzi Anwar, salah satu anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pesisir Selatan dari fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P), yang menunjukkan sikap kesederhanaan yang mendalam saat memasuki gedung acara.
Pantauan di lokasi, saat sejumlah pejabat tinggi daerah berjalan melenggang di atas karpet merah (red carpet) yang telah disiapkan panitia Iel Fauzi Anwar justru memilih berjalan di jalur semen biasa di pinggir karpet merah.
Walaupun Protokoler acara telah mengarahkan seluruh pejabat untuk berjalan di atas karpet merah tersebut.Aksi yang merakyat ini langsung menjadi sorotan mata kamera awak media.Karpet merah yang biasanya menjadi simbol penghormatan, justru dihindari olehnya.
Selesai acara puncak, awak media ini berhasil menemui Iel Fauzi Anwar untuk meminta konfirmasi terkait aksinya tersebut. Dengan senyum ramah dan jawaban yang menyejukkan, ia menjelaskan bahwa tindakannya bukanlah untuk pencitraan, melainkan wujud refleksi diri.
“Karpet merah itu untuk jabatan dan kehormatan acara. Saya merasa, sebagai wakil rakyat, saya datang untuk melayani masyarakat, bukan untuk dilayani atau diagungkan. Saya lebih nyaman berjalan di lantai yang sama dengan masyarakat biasa.
Tidak ada jarak antara saya sebagai anggota DPRD dengan rakyat. Kita ini pelayan rakyat, duduk di sini karena rakyat. Jadi, berjalan di tempat yang sama dengan rakyat itu lebih terasa nyaman,Karpet merah itu (terpasang) untuk menghormati momen, tapi terkadang menciptakan jarak psikologis antara pejabat dan rakyat yang diwakilinya,”ujar Iel Fauzi Anwar dengan senyum ramah.
Lebih lanjut, ia menekankan bahwa jabatan adalah amanah, bukan untuk diistimewakan. “Hari jadi kabupaten ini momentum,saya ingin lebih membumi. Karpet merah itu biar untuk tamu negara atau acara seremonial yang benar-benar membutuhkan, tapi untuk kita pelayan rakyat, cukuplah berjalan di tempat biasa.
“Tidak ada niat mengkritik panitia. Panitia sudah bagus, karpet itu simbol kehormatan acara. Tapi bagi diri saya pribadi, saya lebih senang bersahaja. Paling penting itu kinerjanya, bukan karpetnya,” tegasnya.
Keputusan Iel Fauzi Anwar untuk menolak “fasilitas” tersebut mendapatkan respons positif dari berbagai pihak, termasuk jurnalis yang bertugas dan masyarakat yang hadir.
“Apa yang dilakukan Pak Iel Fauzi Anwar adalah bentuk teladan kesederhanaan. Ini mengingatkan kita bahwa pangkat dan jabatan tidak untuk disombongkan.Jarang ada yang seperti beliau, meskipun posisi beliau penting, tapi tidak ada kesan angkuh sama sekali. Beliau betul-betul merakyat,” kata salah seorang warga yang hadir, Andi (35).
“Saya, Iel Fauzi Anwar, mengucapkan Selamat Hari Jadi ke-78 Kabupaten Pesisir Selatan. Dirgahayu tanah kelahiran kita!”
Ia berpesan, “Semoga di usia yang makin matang ini, kabupaten kita semakin maju, sejahtera, dan adil. Saya titip pesan, mari bangun daerah ini dengan hati, bukan dengan gengsi. Fokus pada peningkatan kesejahteraan masyarakat, perbaikan infrastruktur, dan kualitas pendidikan. Jangan ada lagi sekat antara pemerintah dan masyarakat. Bersama, kita bisa,” tutup Iel Fauzi Anwar. (Nanda)






