Sempat Tembus Angka Rp. 23 Ribu/Kg, Kekinian Harga Pinang Stabil Diangka Rp. 20 Ribu/Kg di Kabupaten Pesisir Selatan

  • Whatsapp
Foto : Buah Pinang

LINTASREPUBLIK.COM – Harga jual Pinang kering dari petani kepada agen pengumpul di Kabupaten Pesisir Selatan relatif stabil, sempat menembus angka Rp. 23 Ribu/Kg, namun saat ini stabil di angka Rp. 20 Ribu/Kg.

Harga tersebut sudah menguntungkan petani kata Syafrigon (46) salah seorang petani pinang di Kampung Koto Lamo Nagari Lakitan Tengah Kecamatan Lengayang Kabupaten Pesisir Selatan.

Bacaan Lainnya

“Sebagai petani yang memiliki lahan pinang, saya bersama teman lainnya memang merasa senang ketika harga pinang bisa menembus Rp 23 ribu per kilogram dalam kondisi kering setelah dilepas dari cangkang, namun disayangkan harga itu kembali turun Rp 20 ribu per kilogram sejak satu pekan terakhir,” ucap Syafrigon, yang dikutip lintasrepublik.com dari websaite Pesisirselatan.go.id, Jum’at 10/9/2021.

Namun demikian, menurut Syafrigon itu merupakan sudah harga terbaik dan tertinggi yang dirasakan petani sejak sepuluh tahun terakhir.

“Kami berharap harga di kisaran Rp 20 ribu per kilogram ini tetap bertahan, agar kehidupan petani pinang di daerah ini bisa lebih sejahtera lagi,” pintanya.

Syafrigon menyebut dengan harga Rp 20 ribu per kilogram saat ini, dia juga mengaku masih tetap bersyukur, sebab harga itu masih memihak kepada petani.

“Sebab di daerah ini memang tidak ada koperasi atau pabrik yang bisa langsung menampung hasil panen petani, agar tidak terjadi permainan harga, sehingga kami berharap kepada Pemerintah supaya bisa melakukan pengawasan terhadap harga pinang di pasaran,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan (Dispertanhortbun) Pesisir Selatan, Nuzirwan mengatakan bahwa sekarang permintaan komoditi pinang di pasaran memang cukup bagus.

“Kondisi ini berpengaruh terhadap kenaikan harga yang sebelumnya memang sempat mencapai Rp 23 ribu per kilogram,” ucapnya.

Manurutnya harga pinang dihukum oleh kondisi pasar, sehingga Pemerintah Daerah tidak bisa melakukan intervensi terhadap harga tersebut.

“Namun yang pasti jika pinang hasil produksi petani kualitasnya bagus, maka harga akan bisa tetap stabil, saya berharap kondisi ini akan tetap bertahan agar petani pinang di daerah ini bisa hidup lebih sejahtera lagi,” tutupnya. (***)

Tinggalkan Balasan