Dokter JF (40) Asal Pelambang ditemukan tewas didalam mobil nya, Setelah Dua Hari di Suntik Vaksin Covid 19.

  • Whatsapp
Ilustrasi

PALEMBANG, LINTASREPUBLIK.COM

Seorang Dokter asal Pelembang Sumatera Selatan, berinisial, JF (40), ditemukan meninggal dunia di dalam Mobil nya yang terparkir di sebuah Mini Market di Kota padang

Bacaan Lainnya

Peristiwa tersebut terjadi di Jalan, Sultan Mansyur, Kelurahanbukit Lama, Kecamatan Ilir Barat, Palembang Sumatera Selatan, juma’at, 22/1/2021, masih belum diketahui apakah sakitnya itu terkait dengan suntik vaksin virus corona, yang dilakukannya bebrapa hari yang lalu.

Mengetahui ada orang yang meninggal didalam mobil, warga langsung melaporkan ke pihak kepolisian, tidak menunggu lama polisi datang ke TKP.

Kemdian Jenazah JF  dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Palembang untuk dilakukan visum. Menurut informasi, sehari sebelum ditemukan tewas, JF mengikuti proses vaksinasi Covid-19.

Namun dari hasil pemeriksaan dokter, ditemukan bintik merah pendarahan akibat kekurangan oksigen.

“Diduga sakit jantung, bukan karena vaksin, memang sehari sebelumnya korban ini sempat disuntik vaksin,” ucap dokter forensik RS M Hasan Bhayangkara Palembang Sumatera Selatan, Indra Nasution, Sabtu 23/1/2021

Dia mengatakan tidak ada hubungan kematian JF dengan penyuntikan Vaksin, sebab proses vaksinansi dilakukan penyuntikan Vaksin kalau ada reaksi maka akan timbul dengan cepat.

“Korban divaksin Kamis, meninggal diperkirakan Jumat. Kalau disuntik, pasti reaksinya lebih cepat. Kalau menurut saya, ini bukan karena vaksin, tapi jantung,” kata Indra.

Sementara itu, Juru Bicara Satgas Covid-19 Palembang Yudhi Setiawan membenarkan bahwa JF disuntik vaksin Covid-19 pada Kamis (21/1/2021).

Menurut nya, setelah disuntik vaksin, Dokter JF tidak menunjukkan reaksi apapun, sehingga dipastikan aman.

Setelah disuntik itu ditunggu 30 menit. Selama itu, korban ini tidak menunjukkan gejala apapun, sehingga ini dipastikan bukan karena divaksin, tapi sakit jantung sesuai hasil pemeriksaan forensik, kami imbau tenaga kesehatan tidak takut divaksin, karena kematiannya tidak ada hubungan sama sekali dengan vaksin,” tutup Yudhi.. (YR)

Tinggalkan Balasan