Disparbudpora Pessel Paparkan Program Blue Economy di Forum KOPI-Pessel Bersama PWI

LINTASREPUBLIK.COM – Dinas Pariwisata, Kebudayaan, Pemuda, dan Olahraga (Disparbudpora) Kabupaten Pesisir Selatan menegaskan komitmennya untuk mengembangkan program Blue Economy.

Hal ini dipaparkan Kepala Dinas Parbudpora, Ronald Bernando, dalam forum silaturahmi “Komunikasi Publik Untuk Pesisir Selatan” (KOPI-Pessel).

Bacaan Lainnya

Forum KOPI-Pessel yang digagas Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Pesisir Selatan ini digelar bersama Disparbudpora, Hadir Ketua PWI Pessel Robby Octora Romanza bersama jajaran pengurus, termasuk Sekretaris PWI Pessel Rega Desfinal.

Rega menjelaskan, KOPI-Pessel hadir sebagai wadah dialog terbuka antara insan pers dan pemerintah daerah. Tujuannya untuk berbagi informasi, membangun kolaborasi, dan mencari solusi bersama untuk pembangunan daerah, sejalan dengan visi Bupati Pesisir Selatan yakni Nagari Sehat.

“KOPI-Pessel ini kami harapkan menjadi ruang bagi OPD untuk menyampaikan program yang sudah, sedang, dan akan dijalankan,” ujar Rega.

Dalam kesempatan itu, Kadis Parbudpora Ronald Bernando memaparkan empat fokus utama dinasnya. Di sektor pariwisata, pihaknya akan memprioritaskan pengembangan dua destinasi unggulan, yakni Kawasan Wisata Carocok Painan dan Kawasan Mandeh, tanpa mengesampingkan potensi wisata lain di Pesisir Selatan.

“Penataan dan pembenahan sarana prasarana akan kita lakukan bertahap sesuai skala prioritas,” kata Ronald.

Ia menegaskan, program utama yang akan didorong adalah Blue Economy. Program ini digagas atas arahan Anggota DPR RI Lisda Hendrajoni dan Bupati Pesisir Selatan Hendrajoni. Menurutnya, konsep Blue Economy sangat relevan dengan kondisi geografis Pesisir Selatan yang memiliki garis pantai panjang.

“Blue Economy bertujuan untuk menghidupkan UMKM, pelaku usaha pariwisata, sekaligus meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Ini juga menjadi bagian dari promosi wisata, budaya, dan kuliner daerah untuk mewujudkan visi Nagari Sehat,” jelasnya.

Ronald menambahkan, keberhasilan Blue Economy tidak hanya menjadi tanggung jawab Disparbudpora melainkan membutuhkan dukungan lintas OPD sesuai arahan kepala daerah.

Pihaknya juga menargetkan pelaksanaan event skala nasional bertajuk Kharisma Event Nusantara (KEN) di Pesisir Selatan. Jika terealisasi, ini akan menjadi yang pertama bagi Pessel sebagai ajang promosi pariwisata, budaya, dan kuliner agar julukan Negeri Sejuta Pesona benar-benar menjadi magnet wisatawan.

Selain pariwisata, Disparbudpora juga fokus pada kebudayaan dan olahraga. Saat ini tengah dilakukan pembangunan sarana dan prasarana di GOR H. Ilyas Yakub Rawang dan GOR Zeini Zen Pincuran Boga Painan. Hal ini sebagai bentuk kesiapan Pessel menjadi tuan rumah dua cabang olahraga, yakni Sepak Takraw dan Catur pada Porprov 2026.

“Kami sangat berharap dukungan dari rekan-rekan PWI Pessel. Tanpa dukungan media, apa yang kami kerjakan tidak akan diketahui masyarakat,” tutup Ronald.

Sementara itu, Ketua PWI Pessel Robby Octora Romanza mengapresiasi Disparbudpora yang telah berkolaborasi dalam forum KOPI-Pessel. Ia menyebut kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari rapat bersama Sekda beberapa waktu lalu untuk memperkuat kemitraan antara OPD dan PWI.

Acara berlangsung cair dan penuh kekeluargaan, ditutup dengan ngopi bersama dan foto bersama. (Nanda)

Pos terkait