LINTASREPUBLIK.COM – Bupati Pesisir Selatan Hendrajoni meninjau langsung lokasi penanganan tebing Sungai Batang Lengayang di kawasan Koto Baru, Kecamatan Lengayang, Senin (27/7/2026).
Kunjungan orang nomor satu di Pessel ini didampingi Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUTR) Jaferi, ST., MT,Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Adril Yesmen,Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Wendi, serta sejumlah pejabat terkait lainnya.
Peninjauan tersebut dilakukan untuk memastikan kondisi terkini tebing sungai yang selama ini menjadi titik rawan penyebab banjir di Nagari Koto Baru.Berdasarkan data dan laporan di lapangan,Batang Lengayang memang kerap meluap saat curah hujan tinggi. Akibatnya, permukiman warga dan lahan pertanian di sekitar sungai terendam dan aktivitas masyarakat terganggu.
Di sela peninjauan,Bupati Hendrajoni menekankan pentingnya percepatan penanganan. Ia meminta Dinas PUTR segera mengambil langkah konkret agar dampak banjir bisa diminimalisir dan masyarakat tidak terus menjadi korban luapan sungai setiap musim hujan.
“Kita ingin penanganan ini dipercepat.Jangan sampai setiap hujan deras warga kembali kebanjiran.Ancaman terhadap permukiman harus segera kita kurangi,”tegas Bupati Hendrajoni.
Dalam kesempatan itu, Kadis PUTR Pessel Jaferi menjelaskan progres penanganan yang saat ini sedang berjalan.Menurutnya,pekerjaan pengamanan tebing sementara ini menggunakan anggaran sebesar Rp700 juta dari APBD.
Namun ia mengakui, anggaran tersebut belum cukup untuk menyelesaikan seluruh pekerjaan secara permanen.Masih diperlukan penambahan anggaran untuk menuntaskan pembangunan dinding penahan tebing menggunakan konstruksi pancang beton.
“Dengan pancang beton, kita berharap perlindungan terhadap tebing sungai bisa lebih maksimal dan tahan lama.Ini yang masih kita usulkan tambahannya agar pekerjaan bisa tuntas,”jelas Jaferi.
Jaferi menambahkan,Koto Baru merupakan salah satu kawasan langganan banjir di Pesisir Selatan akibat luapan Batang Lengayang.
“Setiap kali hujan deras, air sungai meluap dan merendam rumah warga, areal pertanian, bahkan fasilitas umum di sekitar permukiman. Karena itu, penanganan tebing ini sangat dinantikan dan diharapkan masyarakat,”ujar Jaferi.
Pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan berharap, dengan adanya penanganan yang sedang dan akan terus dilakukan, risiko banjir di kawasan Koto Baru dapat ditekan secara signifikan.Dengan demikian,aktivitas masyarakat,baik di bidang pertanian maupun kegiatan sehari-hari,dapat berlangsung lebih aman dan nyaman.
Peninjauan ini sekaligus menjadi bukti komitmen Pemkab Pessel dalam merespons cepat keluhan masyarakat terkait bencana dan infrastruktur kebencanaan. (Nanda)






