Buka Cabor Takraw Porprov Sumbar, Wabup Pessel Risnaldi Ingatkan Prestasi Harus Beriringan Sportivitas

PAINAN – Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XVI Sumatera Barat 2026 untuk cabang Sepak Takraw resmi dimulai. Wakil Bupati Pesisir Selatan, H. Risnaldi Ibrahim membuka langsung pertandingan di Pesisir Selatan yang dipercaya sebagai tuan rumah, Senin (5/10/2026).

Pembukaan berlangsung semarak. Bagi insan Sepak Takraw, momen ini terasa istimewa karena menjadi titik balik setelah penantian panjang selama hampir delapan tahun absen dari panggung Porprov.

Bacaan Lainnya

Dalam arahannya, Wabup Risnaldi menegaskan Porprov tidak boleh dimaknai sekadar perebutan medali. Lebih dari itu, ajang ini adalah kawah candradimuka untuk melahirkan atlet bermental juara yang siap bersaing di level yang lebih tinggi.

“Porprov adalah panggung prestasi. Kita ingin dari sini lahir bibit-bibit atlet yang mampu menembus PON, SEA Games, Asian Games, bahkan Olimpiade,” ucap Risnaldi.

Ia juga menekankan pentingnya menjaga marwah olahraga. Atlet, pelatih, hingga official diminta untuk mengedepankan fair play di setiap pertandingan.

Menurutnya, target juara adalah hal wajar, namun karakter atlet justru dibentuk dari sportivitas, kedisiplinan, dan rasa hormat kepada lawan tanding.

“Bertandinglah dengan kemampuan maksimal, tapi tetap hormati lawan. Jadikan olahraga sebagai ajang untuk berprestasi sekaligus memperkuat silaturahmi dan persaudaraan,” pesannya.

Sebagai tuan rumah, Pemkab Pesisir Selatan berkomitmen memberikan pelayanan terbaik. Risnaldi memastikan seluruh kontingen akan dilayani dengan maksimal agar merasa nyaman selama bertanding di Pesisir Selatan.

“Kami siap menyambut dan melayani seluruh tamu. Semoga pelaksanaan berjalan lancar, tertib, dan meninggalkan kesan positif bagi semua kontingen,” ujarnya.

Turut hadir dalam pembukaan tersebut Ketua KONI Sumbar Hamdanus, Ketua DPRD Pesisir Selatan Darmansyah, Kadis Parpora Pessel Ronal Bernando, dan Ketua KONI Pessel M. Adli.

Penunjukan Pesisir Selatan sebagai pusat pertandingan Sepak Takraw menjadi pembuktian kapasitas daerah dalam menggelar event olahraga skala provinsi. Keberhasilan tidak hanya diukur dari lancarnya pertandingan, tetapi juga dari kemampuan daerah memberikan panggung terbaik bagi atlet untuk unjuk kemampuan setelah penantian panjang.

Delapan tahun menunggu bukan waktu singkat. Kini saatnya dibayar tuntas dengan prestasi di lapangan, kesuksesan penyelenggaraan, dan sportivitas yang tetap menjadi harga mati. (***)

Pos terkait