LINTASREPUBLIK.COM – Wakapolres Pesisir Selatan (Pessel), Kompol, Syafrizen, SH, Datuak Rang Batuah,menunjukkan peran aktifnya dalam pembinaan rohani dan mental personel serta masyarakat sekitar. Hal ini dibuktikan dengan bertindak sebagai khatib Shalat Jumat di Masjid Nurul Hidayah, Mapolres Pesisir Selatan, pada Jumat siang (01/05/2026).
Kehadiran Wakapolres di atas mimbar tersebut menarik perhatian jamaah yang terdiri dari personel Polres Pessel, pegawai ASN, dan warga sekitar Mapolres. Dalam khotbahnya, Wakapolres mengambil tema “Implementasi Amar Ma’ruf Nahi Mungkar dalam Mewujudkan Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Kamtibmas) Berbasis Nilai Iman dan Taqwa”.
Dalam penyampaiannya yang tegas namun tetap menyejukkan, Wakapolres menekankan pentingnya menjaga keseimbangan antara iman kepada Allah SWT dan tanggung jawab sosial dalam menegakkan kebaikan serta mencegah kemungkaran. Ia mengutip beberapa ayat Al-Qur’an, salah satunya Ali’ Imran ayat 104, yang menegaskan bahwa.Dan hendaklah di antara kamu ada segolongan orang yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh (berbuat) yang makruf, dan mencegah dari yang mungkar. Dan mereka itulah orang-orang yang beruntung.
“Amar ma’ruf nahi mungkar bukanlah sekadar teori, melainkan kewajiban setiap individu, terutama dalam menjaga lingkungan kita dari bahaya narkoba, judi, balap liar, dan penyakit masyarakat lainnya,” ujar Wakapolres di depan para jamaah.
Lebih lanjut, dalam narasi khotbahnya, Wakapolres menyoroti pentingnya peran Tungku Tigo Sajarangan, yakni Ninik Mamak, Alim Ulama, dan Cadiak Pandai—dalam memperkuat moralitas masyarakat, terutama di era modern saat ini. Ia mengajak seluruh jamaah untuk tidak apatis terhadap kemaksiatan yang terjadi di lingkungan sekitar.
“Jangan biarkan kemungkaran tumbuh di nagari (desa) kita. Kita harus berani saling mengingatkan dalam kebaikan dengan cara yang bijaksana. Polisi tidak bisa bekerja sendiri tanpa dukungan penuh dari kepedulian masyarakat,” tambahnya.
Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya Polri, khususnya Polres Pessel, untuk mendekatkan diri dengan masyarakat melalui pendekatan kultural dan religius. Dengan menjadi khatib, Wakapolres berharap pesan-pesan kamtibmas dapat diterima dengan lebih menyentuh hati dan lebih efektif, sekaligus menjadi refleksi bersama untuk meningkatkan kualitas diri di hadapan Allah SWT.
Shalat Jumat berlangsung dengan khidmat dan aman. Jamaah menyambut baik khotbah yang disampaikan, yang dirasakan sebagai dorongan kuat untuk berbenah dan berkontribusi nyata dalam menjaga ketertiban di wilayah hukum Pesisir Selatan. (Nanda)






