Bupati Pesisir Selatan Didampingi Kadis PUPR Letakkan Batu Pertama Pembangunan Kembali Jembatan Gantung Koto Pulai yang Hancur Akibat Banjir

Foto : Bupati Pesisir Selatan, H. Hendrajoni, SH, MH, melaksanakan peletakkan batu pertama pembangunan jembatan di Kecamatan Lengayang

LINTASREPUBLIK.COM – Infrastruktur konektivitas di Kecamatan Lengayang, Kabupaten Pesisir Selatan, kembali mendapat perhatian serius. Bupati Pesisir Selatan, Hendrajoni, S.H., M.H., didampingi Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR),Jaferi, S.T., M.T., beserta Kepala Bidang Bina Marga, Fahresi Eka Siska, S.T., M.T., melakukan kunjungan lapangan ke Koto Pulai, Nagari Kambang Timur, pada Rabu (29/04/2026), untuk meresmikan dimulainya pembangunan kembali (rekonstruksi) Jembatan Gantung Koto Pulai.

Kegiatan peletakan batu pertama ini menandai dimulainya pembangunan fisik secara resmi, sekaligus jawaban atas kerinduan masyarakat akan akses jembatan permanen yang sempat hancur diterjang banjir bandang pada 7–8 Maret 2024 lalu.

Bacaan Lainnya

Dalam wawancaranya, Bupati Pesisir Selatan menegaskan bahwa pembangunan jembatan ini merupakan wujud nyata sinergi yang kuat antara Pemerintah Daerah Kabupaten Pesisir Selatan dengan Pemerintah Pusat.

“Alhamdulillah, upaya panjang kita mengusulkan perbaikan ini ke pusat membuahkan hasil. Pembangunan kembali Jembatan Gantung Koto Pulai tahun ini dapat direalisasikan berkat dukungan penuh dari Kementerian PUPR melalui BPJN Sumatera Barat, Satker PJN Wilayah II. Ini bukti kita tidak tinggal diam dalam memulihkan infrastruktur yang rusak akibat bencana,” ujar Hendrajoni.

Bupati juga menekankan pentingnya jembatan ini sebagai urat nadi perekonomian, pendidikan, dan aktivitas sosial masyarakat setempat. Pihaknya meminta agar pihak kontraktor bekerja dengan cepat dan disiplin agar jembatan kembali difungsikan.

Sementara itu, Kepala Dinas PUPR Kabupaten Pesisir Selatan, Jaferi ,menjelaskan bahwa jembatan ini dirancang dengan standar keamanan yang lebih baik dibanding sebelumnya untuk mengantisipasi potensi bencana serupa di masa depan.

“Sesuai target, pembangunan diharapkan selesai pada 1 Desember 2026. Kami dari Dinas PUPR akan terus memantau proses pembangunan bersama tim dari BPJN Sumbar agar hasilnya maksimal dan sesuai dengan spesifikasi teknis yang direncanakan. Kita ingin jembatan ini kuat, aman, dan tahan lama,” ujar Kadis Jaferi.

Pembangunan kembali Jembatan Gantung Koto Pulai ini disambut antusias oleh masyarakat setempat. Selama ini, aktivitas warga terhambat pasca banjir 2024, memaksa mereka menggunakan jalur alternatif yang lebih jauh. Dengan dimulainya pembangunan ini, diharapkan mobilitas warga, terutama pengangkutan hasil tani, dapat kembali normal.

Kegiatan peletakan batu pertama ditutup dengan peninjauan lokasi titik nol jembatan oleh Bupati dan jajaran Dinas PUPR Pesisir Selatan. (Nanda)

Pos terkait