Pemkab Pessel Genjot Investasi dan Pacu Pengembangan Pelabuhan Panasahan

LINTASREPUBLIK.COM – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pesisir Selatan terus tancap gas dalam menarik investor.Salah satu fokus utamanya adalah mempercepat pengembangan Pelabuhan Panasahan sebagai proyek strategis daerah.

Upaya ini ditempuh mulai dari promosi di tingkat nasional hingga menjalin komunikasi dengan pihak swasta.Tujuannya jelas, memperkuat sistem logistik dan mendorong roda ekonomi Pessel agar berputar lebih cepat.

Bacaan Lainnya

Sebagai langkah konkret,Dinas Penanaman Modal dan Pelaya­nan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Pesisir Selatan turut hadir dalam Technical Meeting Apkasi Otonomi Expo (AOE) 2026 yang digelar di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD, Tangerang, Selasa (14/7/2026).

Kegiatan ini merupakan persiapan menuju.Apkasi Otonomi Expo 2026 yang rencananya akan berlangsung akhir Agustus mendatang.AOE dikenal sebagai ajang promosi investasi kabupaten/kota terbesar di Indonesia.

“Keikutsertaan kami di sini adalah strategi untuk memperkenalkan keunggulan daerah dan membuka seluas-luasnya peluang kerja sama investasi,” ujar Kepala DPMPTSP Pesisir Selatan, Ahmad Hidayat, Selasa 21/7/2026.

Menurut Hidayat, penguatan investasi adalah kunci untuk menaikkan daya saing daerah sekaligus mempercepat pertumbuhan ekonomi.Kehadiran Pessel di AOE 2026 juga sejalan dengan arahan pemerintah pusat yang menjadikan investasi daerah sebagai penggerak utama ekonomi.

Untuk menarik investor masuk, Pemkab Pessel juga terus membenahi regulasi.Salah satunya dengan mempermudah proses perizinan melalui sistem Pelayanan Terpadu Satu Pintu.

“Target kami menciptakan iklim investasi yang kondusif, transparan, dan akuntabel.Investor harus merasa nyaman berinvestasi di Pesisir Selatan,” jelas Hidayat.

Di sisi lain, Pemkab juga fokus memacu pengembangan Pelabuhan Panasahan.
DPMPTSP bersama Dinas Perhubungan dan Dinas PUTR mendampingi Bupati Pessel dalam pertemuan strategis bersama Dirut PT Krakatau Bandar Samudera.Pertemuan ini membahas peluang kerja sama pengelolaan pelabuhan.

Hidayat menyebut, pengembangan Pelabuhan Panasahan menjadi pelabuhan pengumpul sudah masuk dalam proyek strategis yang didukung pemerintah pusat.

Jika dioptimalkan, pelabuhan ini akan menjadi penghubung penting dan memperkuat rantai logistik di pesisir barat Sumatera.

Fokus utamanya nanti adalah sebagai jalur distribusi komoditas unggulan seperti CPO dan batu bara.Dampaknya diyakini besar,nilai tambah ekonomi naik, lapangan kerja terbuka, dan pendapatan daerah meningkat.

“Sinergi dengan swasta seperti PT Krakatau Bandar Samudera sangat penting.Sekaligus kita dorong pembentukan BUMD agar pengelolaan pelabuhan berjalan profesional dan berdaya saing,” tambahnya.

Sebagai tindak lanjut, Pemkab Pessel berencana menggelar Focus Group Discussion lintas sektor di Kota Padang pada minggu ketiga Agustus 2026. Forum ini akan membahas teknis rencana aksi dan skema kerja sama.

Menutup pernyataannya, Ahmad Hidayat mengajak semua pihak, mulai dari pelaku usaha hingga masyarakat, untuk mendukung percepatan investasi dan pembangunan infrastruktur di Pessel.

“Sasaran kita menghadirkan investasi berkualitas, pertumbuhan ekonomi inklusif, dan kesejahteraan masyarakat.Semua itu hanya bisa tercapai kalau ada sinergi antara pemerintah, swasta, dan masyarakat,” pungkasnya. (Nanda)

Pos terkait