BATANG KAPAS, PESISIR SELATAN – Menjelang pelaksanaan Pemilihan Wali Nagari (Pilwana) serentak se-Kabupaten Pesisir Selatan pada 21 Oktober mendatang, Calon Wali Nagari Tuik IV Koto Mudiak Nomor Urut 3, Kapten CPM Purn Afrizal Marzen atau yang akrab disapa Ujang PM, menyampaikan himbauan dan harapan tulus kepada seluruh masyarakat.
Himbauan ini disampaikan sebagai bentuk komitmen beliau untuk mewujudkan pesta demokrasi yang sejuk, damai, dan penuh kekeluargaan di Nagari Tuik IV Koto Mudiak khususnya, dan di seluruh nagari yang melaksanakan Pilwana di Kabupaten Pesisir Selatan pada umumnya.
Dalam pernyataannya, Ujang PM menegaskan bahwa Pilwana harus dimaknai sebagai ajang untuk memperkuat persaudaraan, bukan untuk memecah belah.
“Pilwana ini adalah momentum bagi kita untuk menentukan arah masa depan nagari. Perbedaan pilihan adalah hal yang wajar dalam demokrasi, namun persatuan dan persaudaraan harus tetap menjadi yang utama. Jangan sampai karena berbeda pilihan, silaturahmi di antara kita menjadi retak,” ujar Ujang PM.
Sebagai seorang purnawirawan TNI AD dari Korps Polisi Militer dengan pangkat terakhir Kapten, sosok Ujang PM dikenal sebagai pribadi yang tegas dalam prinsip, disiplin dalam pengabdian, namun lembut dan bijaksana dalam menyikapi persoalan masyarakat. Pengalaman puluhan tahun mengabdi untuk negara telah membentuk karakter kepemimpinan yang berintegritas, jujur, dan mengayomi.
Beliau menyampaikan bahwa niatnya untuk maju sebagai Calon Wali Nagari bukanlah untuk mencari kekuasaan, melainkan panggilan nurani untuk kembali mengabdi dan membangun kampung halaman tercinta dengan segenap kemampuan dan pengalaman yang dimiliki.
Dalam himbauannya kepada seluruh masyarakat Nagari Tuik IV Koto Mudiak, Ujang PM mengajak seluruh elemen untuk bersama-sama menjaga suasana yang kondusif dan penuh kedamaian. Mari kita tolak segala bentuk provokasi, isu-isu yang tidak benar, dan praktik politik uang yang hanya akan merugikan masa depan nagari kita sendiri. Masa depan nagari harus ditentukan oleh hati nurani dan pertimbangan yang jernih demi kebaikan bersama.
Beliau juga mengajak seluruh masyarakat untuk menggunakan hak pilihnya dengan penuh tanggung jawab pada tanggal 21 Oktober nanti. Kehadiran kita di Tempat Pemungutan Suara (TPS) adalah wujud nyata kecintaan kita terhadap nagari. Satu suara dari kita akan sangat menentukan kemajuan Tuik IV Koto Mudiak untuk lima tahun ke depan.
Secara khusus, kepada seluruh pendukung, simpatisan, relawan, dan keluarga besar Nomor Urut 3, Ujang PM menitipkan pesan yang sangat mendalam.
Beliau berharap agar seluruh pendukung tetap menunjukkan sikap yang santun, beretika, dan penuh kesabaran. Jangan pernah membalas keburukan dengan keburukan. Tunjukkan bahwa kita adalah barisan pendukung yang dewasa dalam berdemokrasi, yang mengedepankan gagasan dan program, bukan cacian dan fitnah terhadap calon lain. Kemenangan yang hakiki adalah kemenangan yang diraih dengan cara-cara yang terhormat dan bermartabat.
Lebih dari itu, Ujang PM mengajak para pendukungnya untuk menjadi duta-duta perdamaian di tengah masyarakat. Jadilah contoh dalam menjaga lisan, menjaga tulisan di media sosial, dan menjaga sikap dalam pergaulan sehari-hari. Jika ada perbedaan pendapat di lapangan, selesaikanlah dengan kepala dingin dan dengan musyawarah yang bijaksana, sebagaimana layaknya sebuah keluarga besar.
“Kantor Wali Nagari nantinya bukan milik satu kelompok, melainkan rumah bagi seluruh masyarakat. Jika amanah itu dititipkan kepada saya, maka pintu rumah itu akan selalu terbuka untuk siapa saja, tanpa membedakan siapa yang memilih dan siapa yang tidak memilih. Karena tugas seorang pemimpin adalah merangkul semua, melayani semua, dan mengabdi untuk semua,” tutup Ujang PM dengan penuh haru. (Nanda)






