Diduga Melakukan Aksi Balap Liar dan Main Petasan Saat Subuh, 4 Pelajar di Batang Kapas Diamankan Satpol PP

Oplus_131072

LINTASREPUBLIK.COM – Memasuki bulan suci Ramadhan, personel Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) dan Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Pesisir Selatan terus meningkatkan patroli cipta kondisi.

Pada Minggu (22/2/2026), petugas mengamankan empat orang pelajar di Kecamatan Batang Kapas lantaran kedapatan melakukan aksi balap liar dan menyalakan petasan yang mengganggu kekhusyukan ibadah shalat Subuh.

Bacaan Lainnya

Kejadian bermula sekitar pukul 05.10 WIB, saat tim gabungan tengah melakukan patroli rutin di wilayah hukum Kecamatan Batang Kapas. Suara bising knalpot brong dan letusan petasan memecah kesunyian pagi, persis di saat umat Muslim tengah mendirikan shalat Subuh.

Patroli pun segera diarahkan ke sumber suara. Di sebuah ruas jalan, petugas menemukan sekelompok muda-mudi tengah berkumpul. Setelah dilakukan pengamatan, ternyata mereka baru saja usai melakukan aksi balap liar. Selain itu, petugas juga menemukan sejumlah petasan yang baru saja dinyalakan oleh para remaja tersebut.

“Kami langsung melakukan tindakan tegas. Aktivitas ini sangat mengganggu ketentraman masyarakat, apalagi ini terjadi di waktu yang sangat mulia, saat sahur dan menjelang Subuh di bulan Ramadhan,” ujar Plh. Kasat Pol PP dan Damkar Pesisir Selatan, Dongki Agung Pribumi, S.STP., M.M, dalam keterangannya.

Dari lokasi kejadian, petugas mengamankan satu unit sepeda motor Honda Beat tanpa plat nomor yang menggunakan knalpot brong atau racing. Kendaraan tersebut diketahui milik seorang pelajar berinisial TA (16), warga Pasar Kuok, IV Koto Hilie. Barang bukti tersebut langsung diserahkan ke pihak Polsek Batang Kapas untuk proses lebih lanjut.

Selain TA, petugas juga mengamankan tiga orang pelajar putri yang turut serta dalam rombongan tersebut. Mereka adalah Mutiara Savira (15), Kasih (14), dan Faresa Alpasih (16), yang kesemuanya beralamat di Kenagarian IV Koto Mudiek, Kecamatan Batang Kapas.

“Keempatnya masih berstatus pelajar. Mereka kami amankan bukan untuk ditahan, tetapi untuk diberikan pembinaan,” jelas Dongki.

Para pelajar tersebut kemudian dibawa ke Kantor Camat Batang Kapas. Di sana, mereka mendapatkan pembinaan dari jajaran Satpol PP dan Camat setempat. Materi pembinaan meliputi edukasi tentang bahaya balap liar, risiko kebakaran akibat petasan, serta pentingnya menghormati nilai-nilai keagamaan dan ketertiban umum selama bulan suci Ramadhan.

“Kita imbau kepada seluruh orang tua untuk lebih mengawasi anak-anaknya. Jangan sampai kegiatan positif di bulan puasa ini dirusak oleh kenakalan remaja yang justru merugikan diri sendiri dan orang lain,” tegasnya.

Setelah melalui proses pembinaan dan membuat pernyataan untuk tidak mengulangi perbuatannya, keempat pelajar tersebut dipulangkan ke rumah masing-masing. Pihak Satpol PP juga telah berkoordinasi dengan perangkat Nagari (pemerintahan desa setempat) untuk turut mengawasi aktivitas para remaja di wilayahnya.

Kegiatan penertiban yang berlangsung hingga pukul 07.00 WIB ini berjalan aman dan kondusif. Satpol PP Pesisir Selatan memastikan akan terus mengintensifkan patroli selama bulan Ramadhan untuk menjaga kekhusyukan ibadah serta menciptakan situasi kamtibmas yang nyaman di tengah masyarakat. (Nanda)

Pos terkait