LINTASREPUBLIK.COM – Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Pesisir Selatan (Pessel) terus mengintensifkan patroli dan pemantauan di sejumlah titik rawan kemacetan serta kecelakaan guna memastikan keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas (Kamseltibcar lantas) selama arus balik dan akhir pekan 2026.
Kehadiran personel di lapangan bertujuan untuk memberikan rasa aman dan nyaman kepada masyarakat yang beraktivitas, serta mengantisipasi potensi kemacetan maupun kecelakaan lalu lintas (Laka Lantas).
Berdasarkan pantauan langsung di lapangan pada, Kamis (26/03), arus kendaraan dari arah Bengkulu menuju Padang maupun sebaliknya, terpantau aman, tertib, dan kondusif. Meskipun adanya peningkatan volume kendaraan dibandingkan, arus lalu lintas tetap bergerak lancar tanpa adanya antrean panjang yang berarti.
Kasat Lantas Polres Pessel, AKP Ade Saputra, SH., MH, melalui Aipda Yulhendri Kanit Turjagwali Satlantas Polres Pessel, mengatakan bahwa pihaknya telah menyiagakan personel di beberapa titik krusial, termasuk persimpangan utama, tempat wisata, area pasar, dan jalur-jalur rawan laka.
Satlantas Polres Pessel melakukan pengaturan di sejumlah titik rawan kemacetan (trouble spot) dan titik rawan kecelakaan (black spot). Kegiatan ini merupakan bentuk nyata komitmen Polri dalam memberikan pelayanan prima kepada masyarakat.
“Hasil pantauan di lapangan menunjukkan situasi arus lalu lintas di wilayah hukum Polres Pessel saat ini ramai lancar dan aman. Tidak ada kejadian menonjol. Personel kami sudah terploting di pos-pos strategis untuk memberikan pelayanan prima kepada masyarakat.
Selain melakukan pengaturan lalu lintas petugas di lapangan juga mengedepankan pendekatan humanis dengan memberikan imbauan langsung kepada para pengguna jalan,” ujar Yulhendri saat dihubungi via WhatsApp oleh awak media ini.
Aipda Yulhendri menjelaskan, kelancaran lalu lintas ini merupakan hasil dari sinergi petugas di lapangan dan kepatuhan masyarakat dalam berkendara.
Satlantas Polres Pessel juga proaktif melakukan pendekatan edukatif dan persuasif, mengingatkan pengendara untuk menggunakan helm SNI, melengkapi surat-surat kendaraan, serta tidak menggunakan ponsel saat berkendara.
Selain pengaturan rutin, petugas Satlantas juga sigap dalam merespons potensi gangguan, seperti kendaraan mogok atau kemacetan akibat parkir liar. Pendekatan humanis terus dikedepankan untuk menciptakan rasa aman dan nyaman bagi pengguna jalan.
“Kami mengimbau kepada seluruh pengguna jalan untuk tetap mematuhi rambu-rambu lalu lintas dan mengikuti arahan petugas di lapangan. Keselamatan adalah yang utama. Jika lelah, silakan beristirahat di rest area atau pos pam yang telah disediakan,” tambahnya.
Sebagai antisipasi, Satlantas Polres Pessel juga telah menyiapkan skema rekayasa lalu lintas temporer yang siap diberlakukan jika terjadi lonjakan volume kendaraan yang signifikan di titik-titik tertentu.
Lebih lanjut, Satlantas Polres Pessel juga memfokuskan patroli pada jam-jam rawan untuk mengantisipasi aksi balap liar dan penggunaan knalpot tidak sesuai spesifikasi teknis (brong). Berdasarkan laporan, situasi kondusif ini diharapkan dapat terus terjaga.
Pihak Satlantas mengimbau kepada seluruh lapisan masyarakat untuk saling menghormati sesama pengguna jalan, menjaga etika berkendara, dan menjadikan keselamatan sebagai kebutuhan bersama guna menekan angka laka lantas di wilayah Pessel.
Menurut Yulhendri, Sinergi antara polisi dan masyarakat sangat penting, dirinya berterima kasih atas kesadaran warga yang semakin meningkat dalam tertib berlalu lintas.
Situasi secara keseluruhan terpantau aman, tertib, dan lancar. Situasi aman dan kondusif ini diharapkan terus terjaga hingga seluruh rangkaian arus lalu lintas selesai, memberikan jaminan kenyamanan bagi seluruh lapisan masyarakat yang beraktivitas di jalan raya, utamakan keselamatan daripada kecepatan,” tutup Aipda Yulhendri. (Nanda)






