Cabuli Anak Dibawah Umur, Seorang Petani di Tarusan Pesisir Selatan Ditangkap Polisi

  • Whatsapp

LINTASREPUBLIK.COM – Tim Opsnal Macan Kumbang Satreskrim Polres Pesisir Selatan menangkap seorang terduga pelaku tindak pidana pencabulan anak dibawah umur, Sabtu 19/3/2022.

Pelaku berinisial M (47) ditangkap di Warung miliknya, Kampung Siguntur Tuo, Nagari Siguntur Tuo, Kecamatan Koto XI Tarusan.

Bacaan Lainnya

Kasat Reskrim Polres Pessel, AKP Hendra Yose, SH, MH, membenarkan peristiwa penangkapan itu, pelaku ditangkap karena terbukti melakukan pencabulan terhadap anak perempuan yang masih berusia dibawah 5 tahun.

“Pelaku dalam memuluskan aksinya dengan cara bujuk rayu, dan menjemput korban ke Sekolah, namun di perjalanan korban dibawa ke sebuah TKP di pinggir sungai dan terjadilah pencabulan atas korban tersebut,” ucap Hendra, Senin 21/3/2022.

Hendra menyebut, peristiwa pencabulan itu terjadi pada bulan Januari 2022.

“Kami masih mendalami proses hukumnya lebih lanjut, unit yang menangani proses hukumnya adalah Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA),” sebut Hendra.

Hendra menyampaikan terima kasih kepada Tim Opsnal Macan Kumbang Polres Pessel yang telah melakukan penyelidikan kasus tersebut dengan cepat dan tepat.

“Sekarang tersangka sudah kami amankan beserta barang bukti pakaian dan lainnya yang di pergunakan tersangka sewaktu memuluskan aksi bejatnya tersebut,” tutur Hendra.

Dijelaskan Hendra, pelaku akan di proses sesuai hukum yang berlaku sebagaimana Pasal 76E UU No. 35 tahun 2004 Tentang Perubahan Atas UU 23 tahun 2002 Jo pasal 82 ayat 1 KUHPidana dan Perpu Nomor 1 tahun 2016 tentang perubahan kedua atas UU Nomor 23 Tahun 2002 dengan ancaman hukuman 6 Tahun 8 bulan penjara dan denda 10 Juta Rupiah.

“Istilah perbuatan cabul dijelaskan sebagai perbuatan yang melanggar rasa kesusilaan, atau perbuatan lain yang keji, dan semuanya dalam lingkungan nafsu berahi kelamin,” jelas Hendra.

Hendra menghimbau kepada masyarakat khususnya orang tua dan masyarakat sekitar agar lebih memberikan perhatian dan pengawasan kepada anak-anak kita terutama sekali saat bermain dan dengan siapa saja ia berteman.

“Apalagi anak yang masih di bawah 5 tahun, anak-anak ini belum matang secara emosional dan belum bisa berpikir panjang apa akibat yang menimpa mereka, banyak anak-anak yang di bawah pengaruh tidak baik orang dewasa yang merugikan masa depan mereka nantinya,” tutup Hendra. (***)

Tinggalkan Balasan