TKSK Linggo Sari Baganti Dampingi Wali Nagari Air Haji Barat, Kunjungi Warga Penyandang Disabilitas dan Lansia di Labuhan Tanjak

  • Whatsapp
Foto : Dokumentasi TKSK Linggo Sari Baganti

LINTASREPUBLIK.COM – Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK) Linggo Sari Baganti Maengki Arwan, S.Pd mendampingi Wali Nagari Air Haji Barat, Febi Oktafianto melakukan kunjungan dan asesmen terhadap pemerlu pelayanan kesejahteraan sosial di Kampung Labuhan Tanjak, Senin 07/2/2021.

Ikut dalam kunjungan tersebut Kepala Kampung Labuhan Tanjak serta operator SIK-NG, untuk memastikan data masyarakat yang kurang mampu dan penyandang masalah kesejahteraan sosial (PMKS).

Bacaan Lainnya

“Ini juga salah satu visi dan misi Wali Nagari Air Haji Barat tentang meningkatkan kesejahteraan sosial masyarakat,” ucap TKSK Linggo Sari Baganti, Maengki, Selasa 08/2/2022.

Dijelaskan Maengki, dalam kunjungan itu dirinya banyak sekali menerima keluhan dari masyarakat, terkait bantuan sosial.

 

“Banyak harapan dan asa yang kami gantungkan kepada Bupati dan Wakil Bupati melalui Dinas sosial PPrPA, Dinas Kesehatan dan Koperindag Kabupaten Pesisir Selatan dan Anggota Dewan Dapil IV agar membantu masyarakat kami yg mengalami kendala baik urusan kesehatan maupun permodalan dan juga yang belum sempat kami kunjungi,” jelas Maengki.

Sementara itu Wali Nagari Air Haji Barat Febi Oktafiandi, berterima kasih kepada TKSK Linggo Sari Baganti atas pendampingan nya dalam mengunjungi warga.

“Terima Kasih kepada TKSK Linggo Sari Baganti untuk melihat langsung keluhan dari beberapa masyarakat kami yang sedang sakit dan penyandang disabilitas yang sangat membutuhkan bantuan,” ungkap Febi.

Menurut Febi, ada empat keluarga yang dapat ia kunjungi bersama TKSK pada hari tersebut, Nesha (15), BPJS nya sudah mati dan ingin diaktifkan kembali.

“Adik ini tidak bisa berjalan normal seperti gadis seusianya dikarenakan sakit yg dialaminya yaitu adik ini berjalan jinjit karena kakinya tak mampu menahan berat badan sehingga tidak bisa lagi berjalan seperti biasa,” tutur Febi.

Kemudian, Ideal (31) Peyandang disabilitas cacat fisik dan mental di usia 25 tahun, dan Oyon (60) lansia sudah melakukan operasi kangker payudara namun sampai saat ini belum sembuh total, selanjutnya Rimai (65) lansia tinggal sendiri.

“Kami berharap agar semua warga yang kami kunjungi tersebut segera mendapatkan bantuan obat dan penangan yang baik dari dinas terkait,” pungkas Febi. (***)

Tinggalkan Balasan