Menjadi Guru Yang Dirindu, Mencerahkan Akhlak dan Mencerdaskan Akal

  • Whatsapp
Foto : DANTES, S.Pd.I

Oleh : DANTES, S.Pd.I Guru MTsN 1 Pasaman

LINTASREPUBLIK.COM – Rasululllah SAW bersabda, “Sesungguh Allah dan malaikatnya, para penghuni langit dan bumi hingga semut yang ada dalam tanah (ditempat tinggalnya) dan ikan hiu yang ada di dasar laut mendoakan kepada yang mengajarkan kebaikan kepada manusia”.

Bacaan Lainnya

Guru adalah penghapus kejahiliyaan, bersamudrakan imu pengetahuan, cahaya yang menerangi kehidupan manusia, ia adalah musuh kebodohan, ia mencerahkan akhlak dan mencerdaskan akal, oleh karena itu wajib bagi kita memuliakan sang guru dan menghargainya, karena ia pembawa risalah yang mulia yaitu  risalah ilmu dan pendidikan yang dibawa oleh nabi dan utusan Allah yang terakhir, Muhammad saw.

Seorang guru profesional harus merasa bahwa dirinya adalah pemilih risalah dan dia harus menyadari dengan kemuliaannya serta mengamini urgensinya, ia tidak kikir untuk menyampaikan kebaikan dan tidak memandang remah hal hal yang bisa menghalangi langkahnya untuk menyampaikan risalahnya, kemuliaan seorang guru disebabkan karena tugas-tugasnya, pandangan yang kontinu risalahnya, pembelaan terhadap kebenaran, seruannya untuk menjaga kesuciaan jiwa dalam hidup, menyucikan hati dalam kejahatan, dan menjaga kemuliaan misi pendidikan dan membelanya.

Mendidik adalah sebuah profesi yang harus dipersiapkan terlebih dahulu dengan persiapan khusus,karena pendidikan berhubungan dengan manusia , yang mana ia  menjadi poros dan penggerak utama kehidupan ini, sungguh, pendidikan adalah sebuah pekerjaan yang berhubungan dengan mencetak kepribadian manusia dan sang guru menjadi sumber utama informasi serta ilmu pengetahuan bagi para anak didiknya.

Menjadi guru yang sukses dan dirindukan oleh para muridnya, seorang guru haruslah memilki beberapa faktor berikut ini :

Pertama : mengetahui perannya dengan jelas, guru mengetahui tentang dirinya dan apa yang harus diberikan kepada orang lain, dengan pertanyaan, mengapa harus mengaja? Hal ini menunjukan tentang tujuan dari misi pendidikan. Apa yang harus diajarkan? Hal ini menjelaskan kepadanya tentang esensi dari materi ilmiah yang diminta darinya untuk diajukan dan diajarkan, Bagaimana cara mengajar? Hal ini menjelaskan kepadanya bagaimana cara mengajarkan materi ilmiah dengan cara dan metode serta strategi yang efektif

Kedua : menyiapkan bahaan atau materi pelajaran, untuk mencapai hasil yang optimal, maka tidak boleh tidak harus ada perencanaan yang matang dan antisipasi segala sisi, membuat perencanaan dalam pendidikan akan menolong seorang guru dalam menghadapi beberapa kendala pendidikan serta menyelesaikan kesulitan yang ada dengan percaya diri dan ruh keimanan yang tinggi dan membantu guru untuk melakukan pengajaran dengan penuh kesungguhan demi kemaslahatan murid yaitu demi memahamkan pelajaran.

Tidaklah mingkin bagi seorang gurus senior untuk mengklaim bahwa dia tidak membutuhkan perencanaan dan persiapan dalam pengajaran karena merasa telah memiliki banyak pengalaman. Karena pendidikan adalah sebuah kinerja yang selalu baru, membutuhkan satu bentuk pemahaman yaang berkesinambungan, pembacaan yang tiada henti  dan persiapan yang cukup karena kondisi dalam proses belajar mengajar selalu berubah ubah, terutama lagi masa pandemi covid 19.

Ketiga : menyiapkan murid untuk menerima pelajaran, agar guru dapat menyiapkan anak didiya untuk menerima pelajaran dengan baik, paling tidak ada tiga syarat agar nasehat dan peringatan dapat diterima, satu, mengosongkan hati, dengan kata lain, memfokuskanhati terhadap pelajaran yang diajarkan, kedua yakni mengosongkan anggota badandan diamnya panca indra pendengaran dan penglihatan degan makna mengkosentrasikan diri dan tidak dsibukan dengan hal hal lain selain pelajaran.,ketiga meghadirkan jiwa sepenuhnya disaat pelajaran disampaikan

Keempat : cara pengajaran yang tepat, yakni langkah-langkah yang dtempuh oleh pihak guru yang berusaha untuk mewuudkan tujuan pendidikan dan begitu juga cara pengajaran termasuk sarana yang digunakan guru untuk menyampaikan kandungan metode secara ilmiah kepada murid.

Kelima ; teknik pengajaran yang sesuai dan strategi pengajaran yang efektif, teknik pengajaran yang dipakai guru dengan guru yang lainya berbeda-beda, meskipun metode yang mereka berikan sama, karena teknik pengajaran yang digunakan guru oleh seorang guru berhubungan erat dengan kepribadian guru itu sendiri, semua tekniik yang digunakan tergantung pada pribadi pengajar, baik dari sisi pengetauan, kejiwaan, dan sisi emosional, begitu juga dengan strategi adalah merupakan gerakkan –gerakan guru di dalam kelas, hal yang dilakukan guru dalam kelas dan pembicaraan yang terkonsep serta sistematis, agar pengajaran guru di dalam kelas bisa efektif, maka guru harus terampil, semangat,keaktifan, tidak meonton dan hanya duduk dimeja guru, mengubah intonasi suara saat berbicara dan memberikanperhatian kepada murid secara bergantian.

Pesan dan Akhir dari tulisan ini :

Guru Janganlah !

Guru yang tidak memperhatikan pola pikir, kondisi psikologis, dan emosi murid muridnya di awal pelajaran. Apa yang dilakukan hanyalah menulis tema pelajaran hari itu dipapan tulis, kemudian langsung menjelaskan point pertama dari materi pelajaran, atau meminta kepada muridnya untuk membuka buku pada halaman sekian dan menyuruh mereka untuk membacanya.

Guru jadilah !

Guru yang memiliki kesadaran tinggi atas urgensi dari menyalakan percikan api, menyulut semangat – di materi pelajaran yang baru, sehingga kita menemukan pada diri guru ini  bahwa dia selalu berusaha untuk melakukan persiapan atas apa yang akan disampaikan kepada murid-muridnya. Selain itu, dia memilih metode pendahuluan yang tepat dengan materi pelajaran yang akan diajarkannya. (***)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *