Sempat Vakum Selama Satu Tahun Karena Covid-19, Ekowisata Konservasi Penyu Amping Parak Mulai Bangkit

  • Whatsapp
Foto : Jembatan penyebarangan yang ada dikawasan ekowisata konservasi penyu amping parak

LINTASREPUBLIK.COM – Akibat dari pendemi covid-19, tak pelak menghancurkan tatanan kehidupan kita, tak terkecuali di sektor pariwisata, buntut dari badai virus corona tersebut pasar pariwisata mulai lokal hingga global melemah.

Tentu saja, industri pariwisata diupayakan bangkit, kendati demikian para pelaku pariwisata serta sektor industri lainya, mesti memperhatikan beberapa hal terkini yaitu, aspek kesehatan, keamanan, dan keselamatan.

Bacaan Lainnya

Hal itu disampaikan oleh Ketua Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Laskar Pemuda Peduli Lingkungan, yang merupakan pengelola Ekowisata Konservasi Penyu Amping Parak Kecamatan Sutera, Haridman kepada lintasrepublik.com, Minggu 18/7/2021.

“Sejak awal pendemi covid19 lebih kurang satu tahun kami sempat vakum, dan imbasnya mengalami kerugian yang sangat besar, sehingga selama satu tahun tersebut timbul hutang untuk biaya operasional,” ucap Haridman.

Ia menambahkan, Lebaran kamaren pihaknya membuka kembali untuk umum dan memperbaiki beberapa Wahana yang ada di Kawasan Ekowisata Konservasi Penyu, walaupun tidak secerah dan semarak seperti masa sebelum pendemi namun setidaknya untuk biaya operasional bisa terpenuhi.

“Alhamdulillah kami buka lebaran kemaren, kalau dikatakan normal mungkin belum, namun setidaknya untuk biaya operasional bisa terpenuhi, bahkan untuk hutang setahun sebelumnya bisa kami lunasi dengan hasil lebaran kemaren,” jelas Haridman.

Menurutnya, selama Ekowisata Konservasi Penyu dibuka untuk umum setidaknya akan membantu ekonomi msyarakat sekitar, itu terlihat selama satu tahun vakum tidak ada warung yang buka dan saat ini warung yang ada di sekitar lokasi sudah mulai buka kembali walau tidak seramai dulu.

“Sejak lebaran kemaren warung-warung masyarakat sudah mulai buka, dan nampaknya sudah mulai membaik walau tidak seperti dulu, kalau sebelum pendemi warung yang ada di Kawasan Konservasi Penyu berjumlah 150 buah, namun lebaran kemarin tidak cukup sebanyak itu,” sebut Haridman.

Ia berharap kepada pengunjung untuk selalu memperhatikan prokes covid-19 selama berada di Kawasan Ekowisata Konservasi Penyu Amping Parak.

“Kepada masayarakat yang ingin berkunjung ke diharapkan tetap memperhatikan protokol kesehatan covid-19, kepeda Pemerintah agar selalu memperhatikan kebutuhan kegiatan lingkungan Ekowisata Konservasi Penyu Amping parak,” pungkasnya. (***)

 

Tinggalkan Balasan