Grup Facebook “Peduli Pessel” Sangat Meresahkan, Isinya Lebih Banyak Postingan Ujar Kebencian

  • Whatsapp
Ilustrasi

LINTASREPUBLIK.COM – Warganet tengah dihebohkan oleh adanya Grup Media Sosial Facebook (FB) yang diduga anggota nya sering membuat postingan ujar kebencian, terkait masalah pemilihan Kepala Daerah Kabupaten Pesisir Selatan yang baru saja usai.

Dari pantauan www.lintasrepublik.com grup tersebut diberi nama Pessel Peduli, itu terlihat memiliki 13 ribu lebih anggota, di sinyalir anggota grup tersebut banyak yang  memiliki akun bodong (palsu).

Bacaan Lainnya

Salah seorang anggota grup tersebut yang tidak mau disebutkan namanya mengatakan, grup tersebut tidak lagi mendidik karena isi nya banyak konten-konten ujar kebencian antar sesama pendukung pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Pesisir Selatan yang ikut Pilkada serentak tahun 2020 lalu.

“Grup Facebook (FB) tersebut sudah diluar batas, banyak anggota yang membuat postingan yang mengarah ke ujar kebencian, seharusnya grup tersebut di non aktifkan”, katanya.

Kemudian dia menambahkan saat ini admin akun tersebut tidak aktif lagi, jadi susah untuk mengontrol grup tersebut, sehingga anggotanya bebas untuk membuat postingan karena tidak ada yang mengontrolnya.

“Kita berharap semoga Dinas kominfo Pessel bisa memblokir grup tersebut karena admin grup tersebut tidak aktif lagi”, ucapnya.

Menurutnya saat ini Pilkada telah usai dan pemenangnya sudah dilantik, kalaupun masih ada masalah biarkan yang punya wewenang yang menyelesaikannya.

“Bupati pessel sudah dilantik, untuk apalagi kita saling caci maki, kalau masih ada masalah biarlah yang punya wewenang yang mengurusnya”, pungkasnya.

Diketahui saat ini Pilkada Pessel sudah usai, bahkan pemenang Pilkada tersebut telah dilantik, namun di grup Peduli Pessel masih banyak para pendukung calon Bupati dan Wakil Bupati yang bertarung di Pilkada Pessel 2020 lalu, masih membuat postingan-postingan yang mengarah ke ujar kebencian, mereka tidak segan untuk menyerang pribadi sesama anggota grup bahkan mereka pun tidak segan untuk menyerang pribadi Calon Bupati dan Wakil Bupati yang ikut Pilkada Pessel tahun 2020 lalu, saat ini grup tersebut telah merasahkan sehingga membuat perpecahan sesama warga Kabupaten Pesisir Selatan Baik yang dirantau maupun yang berada di kampung. (***)

 

 

 

 

 

 

Tinggalkan Balasan