Noprizal, S.Pd.I : Pondok Pesantren Cendikia Rahmah Padang Panjang II Butuh Bantuan Para Dermawan

  • Whatsapp
Master Plan POndok Pesantrean Rahmah Padang Panjang II

Lintasrepublik.com, Senin, 30 November 2020

UNDANG-UNDANG Nomor 20 Tahun 2003 menyatakan bahwa sistem pendidikan nasional harus mampu menjamin pemerataan kesempatan pendidikan, peningkatan mutu, relevansi dan efisiensi manajemen pendidikan untuk menghadapi tantangan sesuai dengan tuntutan perubahan kehidupan lokal, nasional, dan global sehingga perlu dilakukan pembaharuan pendidikan secara terencana, terarah, dan berkesinambungan.

Pondok Pesantren sebagai bagian elemen lembaga masyarakat yang salah satu perannya melaksanakan pendidikan agama Islam telah memberikan kontribusi besar pembentukan karakter bangsa, peran besar pesantren ini tidak bisa dipungkiri telah memberi “warna” bagi kehidupan berbangsa dan bernegara.

Meskipun demikian, dengan kemandirian yang telah dibuktikan selama ini, pesantren dapat menunjukkan diri sebagai lembaga independen yang bisa menjaga irama kehidupan yang harmonis di tengah-tengah kemajemukan warga negara Indonesia, sehingga NKRI tetap kokoh dan terbina dengan baik kehidupan masyarakat Indonesia. dengan kontribusi yang ditunjukkan pesantren tersebut.

Untuk itu pimpinan Madrasah Tsanawiyah Swasta Arrahmah, Noprizal, S.Pd.I ingin membangun Pondok Pesantrean Cendikia Rahmah yang beralamat di, Padang Panjang II Kenagarian Kambang Utara Kecamatan Lengayang Kabupaten Pesisir Selatan Sumatera Barat.

Saat ini Pesantren Cendikia Rahmah sudah mendapatkan izin dari Kementrian Agama Republik Indonesia, namun masih terkendala dengan dana pembangunan gedung pembelajaran, untuk itu Noprizal, S.Pd.I mengajak para dermawan dimana pun berada, untuk menyisih kan rezeki nya untuk pembangunan gedung Pesantren Cendikia Rahmah padang panjang II.

“saya mengajak para Dermawan untuk berpartisipasi dalam pembangunan gedung Pesantren Rahmah Padang Panjang II, Karena kalau saja di harapkan dari bantuan Pemerintah akan sulit terwujud, karena banyak nya proposal bantuan yang harus di bantu oleh Pemerintah saat ini, untuk itu keterlibatan para Dermawan sangat kami butuh kan demi terwujudnya pembangunan Pondok Pesantren ini”

Selanjutnya Noprizal, S.Pd.I merasa prihatin dengan kondisi Pendidikan keagamaan di Pesisir Selatan, karena kalau di banding kan dengan daerah lain di Sumatera Barat kita masih jauh ketinggalan, seperti Kota Padang Panjang, Kota Bukittinggi, Kabupten Agam bahkan Kabupaten Solok, daerah tersebut sudah mempunyai pesantren yang bermutu bahkan sudah ada santri nya berasal dari negara tetangga.

“iya, saya sungguh prihatin dengan kondisi lembaga pendidikan keagamaan di pesisir selatan saat ini, karena kalau di banding kan dengan daerah lain kita masih jauh ketinggalan, contoh nya Agam, bukit Tinggi, Padang Panjang bahkan Solok, derah tersebut sudah memiliki pondok pesantren yang sudah bermutu” dan sudah mampu bersaing dengan pondok pesanten di tingkat nasional” ujarnya. (YR)

 

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *