Polisi Berhasil Menangkap Pelaku Penipuan Yang Berpura-pura Jadi Tim Satgas Covid – 19

  • Whatsapp
Ilustrasi

Lintasrepublik.com,  26 November 2020

Di saat pendemi covid 19 ini banyak orang mengalami kesusahan, seluruh ekonomi macet bahkan sampai saat ini pemerintah belum mampu menemukan formula yang tepat untuk kebaikan  ekonomi masyarakat untuk masa yang akan datang, maka dengan hal semacam itu lah berbagai cara dilakukan oleh manusia untuk bertahan hidup di di masa pendemi covid 19 ini.

Bacaan Lainnya

Baru-baru ini Kepolisian Resor Kota Padang, Sumatera Barat (Sumbar) meringkus dua pelaku penipuan yang beraksi dengan berpura-pura jadi tim Satgas COVID-19 hingga menipu korban puluhan juta rupiah.

“Para pelaku terbilang licin dalam pelariannya, namun berbekal penyelidikan yang matang akhirnya dia bisa dibekuk,” kata Kepala Kepolisian Resor Kota Padang AKBP Imran Amir, didampingi Kasatreskrim Kompol Rico Fernanda, di Padang, Kamis 26 NovembeR 2020, hal itu disampaikan nya dalam jumpa pers di Kantor Polresta Padang dengan menghadirkan kedua tersangka serta barang bukti.

Kedua tersangka itu adalah Jef (46) lak-laki warga Rawang Timur VI/1, Kecamatan Padang Selatan, dan DA (42) berjenis kelamin perempuan yang beralamat di Jalan Gunung Bromo Wisma Indah, Koto Tangah, mereka ditangkap di Jalan Lubuak Buaya, Koto Tangah, pada Rabu (25/11) tanpa melakukan perlawanan.

Kasus yang menjerat keduanya adalah dugaan penipuan yang dilakukan terhadap warga Komplek Pilano RT 02, RW 18, Kelurahan Parupuak Tabing, Koto Tangah, bernama Erlinda Wismai (53), para pelaku mendatangi kediaman korban pada Senin (9/11) kemudian berpura-pura menjadi Tim Satgas COVID-19.

“Dalam melakukan aksinya pelaku berbagi peran, dimana tersangka DA masuk ke rumah dan berinteraksi dengan korban, sedangkan Jef menunggu dengan sepeda motor di luar,” jelas Imran Amir.

Untuk mengelabui korban, pelaku DA berpura-pura mencek kesehatan kemudian membalurkan odol ke bagian tangan, setelah dibaluri odol korban lalu diminta membersihkannya kembali ke kamar mandi.

“Odol sengaja dipilih pelaku karena susah dibersihkan, sehingga butuh waktu untuk membersihkan. Waktu itulah yang dimanfaatkan pelaku untuk mengambil barang korban,” katanya.

Akibat perbuatan pelaku korban mengalami kerugian hingga puluhan juta karena kehilangan dua gelang emas seberat 50 gram. (YR)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *